Tafsir Al Furqan Ayat 11-20

Ayat 11-16: Pendustaan orang-orang kafir kepada hari Kiamat, dan bahwa neraka sedang menanti mereka serta berbagai azab yang ada di dalam neraka.

بَلْ كَذَّبُوا بِالسَّاعَةِ وَأَعْتَدْنَا لِمَنْ كَذَّبَ بِالسَّاعَةِ سَعِيرًا (١١) 

11. [Oleh karena ucapan yang mereka ucapkan itu sudah maklum rusaknya, maka Allah Subhaanahu wa Ta’aala memberitahukan, bahwa ucapan tersebut tidaklah muncul untuk mencari yang hak (benar) dan bukan pula karena mencari bukti, tetapi merupakan sikap membangkang dan zalim serta mendustakan yang hak]Bahkan mereka mendustakan hari kiamat. Dan Kami menyediakan neraka yang menyala-nyala bagi siapa yang mendustakan hari kiamat.

إِذَا رَأَتْهُمْ مِنْ مَكَانٍ بَعِيدٍ سَمِعُوا لَهَا تَغَيُّظًا وَزَفِيرًا (١٢)

12. Apabila ia (neraka) melihat[Zahir ayat ini menunjukkan bahwa neraka itu dapat melihat, dan ini mungkin terjadi dengan kekuasaan Allah, atau ayat ini menggambarkan bagaimana dahsyat dan seramnya neraka itu agar setiap orang takut terhadap azab Allah sehingga mereka mau bertakwa] mereka dari tempat yang jauh[Sebelum sampai kepada mereka], mereka mendengar suaranya yang gemuruh [mendidih yang menyerupai napas orang yang sedang marah karena kobaran apinya sangat kuat] karena marahnya[Hati mereka merinding ketakutan kepadanya, bahkan hampir mati karena rasa takut yang demikian hebat, di mana neraka telah marah karena kemarahan Penciptanya. Abdurrazaq, Ibnu Mundzir dan Ibnu Jarir meriwayatkan dari Ubaid bin Umair bahwa ia berkata, “Sesungguhnya neraka Jahannam bernapas hingga tidaklah seorang malaikat dan nabi melainkan memalingkan wajah dari neraka tersebut dan bergetar. Bahkan Ibrahim a.s. berlutut seraya berkata, “Wahai Tuhanku, hari ini aku tidak meminta apapun selain keselamatanku”].

وَإِذَا أُلْقُوا مِنْهَا مَكَانًا ضَيِّقًا مُقَرَّنِينَ دَعَوْا هُنَالِكَ ثُبُورًا (١٣)

13. Dan apabila mereka dilemparkan ke tempat yang sempit di neraka itu dengan dibelenggu[Tangan ke leher mereka dengan rantai dan belenggu], mereka di sana berteriak mengharapkan kebinasaan[Maksudnya, mereka mengharapkan kebinasaan, agar terlepas dari siksaan yang sangat besar, yaitu azab di neraka yang sangat panas dengan dibelenggu, di tempat yang sempit pula, sebagaimana yang dilukiskan itu].

لا تَدْعُوا الْيَوْمَ ثُبُورًا وَاحِدًا وَادْعُوا ثُبُورًا كَثِيرًا (١٤)

14. (Akan dikatakan kepada mereka), “Jangan kamu sekalian mengharapkan pada hari ini satu kebinasaan, melainkan harapkanlah kebinasaan yang berulang-ulang[Harapan mereka untuk dibinasakan sekaligus tidak dikabulkan Allah; tetapi mereka akan mengalami azab yang lebih besar selama-lamanya].”

قُلْ أَذَلِكَ خَيْرٌ أَمْ جَنَّةُ الْخُلْدِ الَّتِي وُعِدَ الْمُتَّقُونَ كَانَتْ لَهُمْ جَزَاءً وَمَصِيرًا (١٥)

15. Katakanlah (Muhammad)[Kepada mereka menerangkan kebodohan mereka karena memilih yang berbahaya daripada yang bermanfaat], “Apakah (azab) seperti itu yang baik, atau surga yang kekal yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa sebagai balasan, dan tempat kembali bagi mereka[Lagi kekal di sana]?”

لَهُمْ فِيهَا مَا يَشَاءُونَ خَالِدِينَ كَانَ عَلَى رَبِّكَ وَعْدًا مَسْئُولا (١٦)

16. Bagi mereka segala yang mereka kehendaki di dalamnya (surga)[Baik makanan dan minuman yang enak, pakaian yang indah, wanita yang cantik, istana yang tinggi, kebun-kebun yang luas dan buah-buahan, sungai-sungai yang mengalir di kebun-kebun dan mereka dapat mengarahkan sungai itu ke arah yang mereka kehendaki, di mana mereka memancarkannya dari air yang tidak berubah rasa dan baunya, dari air susu yang tidak berubah rasanya, dari khamar yang lezat rasanya bagi peminumnya dan dari madu yang disaring. Demikian pula mereka memperoleh tempat tinggal yang indah, mendengarkan suara yang menarik, dapat mengunjungi saudara, bergembira karena bertemu para kekasih, dan kekalnya nikmat-nikmat tersebut serta selalu bertambah, dan nikmat yang paling besarnya adalah kenikmatan memandang wajah Allah Subhaanahu wa Ta’aala, mendengarkan firman-Nya, dekat dengan-Nya, bahagia dengan memperoleh keridhaan-Nya dan aman dari kemurkaan-Nya. Allahumma innaa nas’alukal jannah wa na’uudzu bika minan naar, Allahumma innaa nas’alukal jannah wa na’uudzu bika minan naar, Allahumma innaa nas’alukal jannah wa na’uudzu bika minan naa], mereka kekal (di dalamnya). Itulah janji Tuhanmu yang pantas dimohonkan (kepada-Nya)[Sebagaimana yang dimohonkan kaum mukmin (lihat surah Ali Imran: 194) dan yang dimohonkan para malaikat untuk kaum mukmin (lihat surah Al Mu’min: 8). Oleh karena itu, negeri manakah yang lebih utama dan lebih layak didahulukan; dunia atau surga? Sungguh jalan ke arah surga begitu jelas, dan kesempatan untuk menempuhnya masih ada selama kita masih hidup di dunia].

Ayat 17-20: Tanya-jawab antara Allah dengan sembahan-sembahan orang-orang kafir di hari kiamat, gambaran orang-orang kafir yang satu sama lain saling mendustakan, pembinasaan Allah kepada mereka, dan penjelasan bahwa para rasul adalah manusia.

وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ وَمَا يَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ فَيَقُولُ أَأَنْتُمْ أَضْلَلْتُمْ عِبَادِي هَؤُلاءِ أَمْ هُمْ ضَلُّوا السَّبِيلَ (١٧)

17. [Allah Subhaanahu wa Ta’aala memberitakan keadaan orang-orang musyrik dan para sekutu mereka pada hari kiamat, dan bahwa para sekutu itu akan berlepas diri dari mereka]Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Allah mengumpulkan mereka[YaKni orang-orang musyrik] bersama apa yang mereka sembah selain Allah, lalu Dia berfirman (kepada yang disembah), “Apakah kamu yang menyesatkan hamba-hamba-Ku itu[Dengan menyuruh mereka menyembah kamu], atau mereka sendirikah yang sesat dari jalan (yang benar)?”.

قَالُوا سُبْحَانَكَ مَا كَانَ يَنْبَغِي لَنَا أَنْ نَتَّخِذَ مِنْ دُونِكَ مِنْ أَوْلِيَاءَ وَلَكِنْ مَتَّعْتَهُمْ وَآبَاءَهُمْ حَتَّى نَسُوا الذِّكْرَ وَكَانُوا قَوْمًا بُورًا (١٨)

18. Mereka (yang disembah itu) menjawab, “Mahasuci Engkau[Dari perbuatan syrik orang-orang musyrik], tidaklah pantas bagi Kami mengambil pelindung selain Engkau[Maksudnya, setelah mereka dikumpulkan bersama apa yang mereka sembah, yaitu malaikat, Uzair, Nabi Isa ‘alaihis salam dan berhala-berhala, dan setelah Allah menanyakan kepada yang disembah itu, apakah mereka yang menyesatkan orang-orang itu ataukah orang-orang itu yang sesat sendiri? Maka yang disembah itu menjawab bahwa tidaklah patut bagi mereka untuk menyembah selain Allah, apalagi untuk menyuruh orang lain menyembah selain Allah Subhaanahu wa Ta’aala. Lihat surah Al Maa’idah: 116, di sana diterangkan jawaban Nabi Isa ‘alaihis salam ketika ditanya oleh Allah –dan Dia lebih mengetahui- apakah Beliau menyuruh manusia menyembah dirinya? Demikian pula lihat jawaban sesembahan yang mereka sembah di surah Saba’: 40-41, dan bahwa sesembahan itu akan menjadi musuh bagi mereka sebagaimana di surah Al Ahqaaf: 6], [Setelah mereka menyatakan bahwa diri mereka tidak mengajak manusia menyembah selain Allah atau menyesatkan mereka, maka mereka sebutkan sebab yang menjadikan orang-orang musyrik tersesat]tetapi Engkau telah memberi mereka dan nenek moyang mereka kenikmatan hidup[Yaitu panjang umur dan rezeki yang luas], sehingga mereka melupakan peringatan[Karena sibuk dengan kesenangan dunia dan mendatangi syahwatnya, mereka jaga dunia mereka, tetapi agama mereka, mereka telantarkan. Inilah yang membuat mereka terhalang dari petunjuk]; dan mereka kaum yang binasa[Maksudnya, tidak ada kebaikannya dan tidak cocok untuk hal yang baik, bahkan cocok untuk binasa].”

فَقَدْ كَذَّبُوكُمْ بِمَا تَقُولُونَ فَمَا تَسْتَطِيعُونَ صَرْفًا وَلا نَصْرًا وَمَنْ يَظْلِمْ مِنْكُمْ نُذِقْهُ عَذَابًا كَبِيرًا (١٩)

19. [Setelah sesembahan itu menyatakan berlepas diri dari penyembahnya, maka Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman kepada para penyembahnya sambil mencelanya]Maka sungguh, mereka (yang disembah itu) telah mengingkari apa yang kamu katakan[Yakni bahwa mereka memerintahkan kamu menyembahnya dan mereka ridha dengan perbuatan kamu menyembah mereka], maka kamu tidak akan dapat menolak (azab) dan tidak dapat (pula) menolong (dirimu)[Karena lemahnya dirimu dan tidak ada yang menolongmu. Inilah balasan untuk orang-orang yang sesat, ikut-ikutan lagi jahil (bodoh)], dan barang siapa di antara kamu berbuat zalim[Yakni berbuat syirk, atau meninggalkan yang hak karena zalim dan menentang], niscaya Kami timpakan kepadanya rasa azab yang besar.

وَمَا أَرْسَلْنَا قَبْلَكَ مِنَ الْمُرْسَلِينَ إِلا إِنَّهُمْ لَيَأْكُلُونَ الطَّعَامَ وَيَمْشُونَ فِي الأسْوَاقِ وَجَعَلْنَا بَعْضَكُمْ لِبَعْضٍ فِتْنَةً أَتَصْبِرُونَ وَكَانَ رَبُّكَ بَصِيرًا (٢٠)

20. [Kemudian Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman menjawab orang-orang yang mendustakan, yang mengatakan seperti yang disebutkan pada ayat 7 surah ini]Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu (Muhammad), melainkan mereka pasti memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar[Allah Subhaanahu wa Ta’aala tidak menjadikan mereka malaikat agar mereka dapat ditiru dan dijadikan teladan. Adapun masalah kaya dan miskin, maka yang demikian adalah cobaan dan hikmah (kebijaksanaan) Allah]. Dan Kami jadikan sebagian kamu sebagai cobaan bagi sebagian yang lain[Manusia diuji dengan rasul, apakah mereka akan taat atau tidak? Rasul diuji dengan mendakwahkan manusia, orang miskin diuji dengan orang kaya, orang sakit diuji dengan orang sehat, dan orang rendah diuji dengan orang terhormat, sehingga mereka berkata, “Mengapa aku tidak seperti dia yang kaya, yang sehat atau yang terhormat?” Oleh karena itu, tempat yang kita huni ini adalah tempat ujian, bukan tempat tujuan]. Maukah kamu bersabar[ Pertanyaan ini maksudnya perintah untuk bersabar, yakni maukah kamu untuk bersabar dengan melaksanakan kewajiban kamu? Yaitu tetap taat dan tetap meninggalkan maksiat, serta bersabar terhadap musibah dengan tidak keluh kesah]? Dan Tuhanmu Maha Melihat[Siapa yang bersabar dan siapa yang berkeluh kesah].

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s