Tafsir Maryam Ayat 12-21

Ayat 12-15: Kenabian Yahya ‘alaihis salam, keutamaannya dan sifat-sifatnya.

يَا يَحْيَى خُذِ الْكِتَابَ بِقُوَّةٍ وَآتَيْنَاهُ الْحُكْمَ صَبِيًّا (١٢)

12. [Ayat ini ditujukkan kepada Yahya setelah Beliau lahir dan semakin besar, yaitu pada saat Beliau sudah dapat memahami pembicaraan, maka Allah memerintahkan Yahya untuk mempelajari kitab Taurat dengan sungguh-sungguh, baik dengan menghapalnya, memahami maknanya, mengamalkan perintah dan menjauhi larangannya]“Wahai Yahya! Ambillah (pelajarilah)kitab (Taurat) [ pelajarilah Taurat, amalkan isinya, dan sampaikan kepada umatmu] itu dengan sungguh-sungguh.” Dan Kami berikan hikmah[maksudnya kenabian atau pemahaman terhadap Taurat dan pendalaman agama] kepadanya selagi dia masih kanak-kanak [menurut sebagian ahli tafsir, bahwa ketika itu usia Yahya 3 tahun],

وَحَنَانًا مِنْ لَدُنَّا وَزَكَاةً وَكَانَ تَقِيًّا (١٣)

13. Dan (Kami jadikan) rasa kasih sayang (kepada sesama) dari Kami dan bersih (dari dosa)[Hal ini menunjukkan tidak adanya sifat-sifat tercela dalam dirinya dan akhlak yang buruk. Ada pula yang menafsirkan, dengan suka bersedekah kepada orang lain]. Dan dia pun seorang yang bertakwa,

وَبَرًّا بِوَالِدَيْهِ وَلَمْ يَكُنْ جَبَّارًا عَصِيًّا   (١٤)

14. Dan sangat berbakti kepada kedua orang tuanya[Beliau berbuat baik kepada keduanya baik dengan ucapan maupun dengan perbuatan], dan dia bukan orang yang sombong [Baik sombong dari beribadah kepada Allah maupun sombong terhadap manusia, bahkan Beliau seorang yang tawadhu’] (bukan pula) orang yang durhaka.

وَسَلامٌ عَلَيْهِ يَوْمَ وُلِدَ وَيَوْمَ يَمُوتُ وَيَوْمَ يُبْعَثُ حَيًّا (١٥)

15. Dan kesejahteraan [dari Allah] bagi dirinya pada hari lahirnya, pada hari wafatnya, dan pada hari dia dibangkitkan hidup kembali [Nabi Yahya mendapatkan keamanan pada saat-saat menegangkan hari kiamat].

Ayat 16-21: Kekuasaan Allah Subhaanahu wa Ta’aala dalam menciptakan Adam tanpa bapak dan ibu, penciptaan Hawa’ dari tulang rusuk Adam dan penciptaan Isa ‘alaihis salam dari seorang ibu tanpa bapak, maka Mahasuci Allah Subhaanahu wa Ta’aala yang berkuasa atas segala sesuatu.

وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ مَرْيَمَ إِذِ انْتَبَذَتْ مِنْ أَهْلِهَا مَكَانًا شَرْقِيًّا (١٦)

16. [Setelah Allah Subhaanahu wa Ta’aala menyebutkan kisah Zakaria dan Yahya, di mana kisah itu termasuk tanda-tanda kekuasaan Allah yang menakjubkan, maka Allah Subhaanahu wa Ta’aala melanjutkan dengan kisah yang lebih menakjubkan lagi dengan bertahap dari yang ringan lalu naik ke atasnya lagi]Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Maryam di dalam kitab (Al Quran)[Hal ini termasuk dalil tentang keutamaan Maryam, karena nama dan kisahnya disebutkan dalam Al Qur’an yang dibaca oleh kaum muslimin di berbagai penjuru dunia, di sana disebutkan pujian untuknya, balasan terhadap amalnya yang utama dan sempurna], yaitu ketika dia mengasingkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur (Baitulmaqdis),

فَاتَّخَذَتْ مِنْ دُونِهِمْ حِجَابًا فَأَرْسَلْنَا إِلَيْهَا رُوحَنَا فَتَمَثَّلَ لَهَا بَشَرًا سَوِيًّا (١٧)

17. Lalu dia memasang tabir (yang melindunginya) dari mereka[Dia ber’uzlah (mengasingkan diri) dari manusia dan menyendiri untuk beribadah kepada Allah.]; lalu Kami mengutus roh Kami (Jibril) kepadanya, maka dia menampakkan diri di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna.

قَالَتْ إِنِّي أَعُوذُ بِالرَّحْمَنِ مِنْكَ إِنْ كُنْتَ تَقِيًّا (١٨)

18. Dia (Maryam) berkata, “Sungguh, aku berlindung kepada Tuhan yang Maha Pengasih terhadapmu, jika engkau orang yang bertakwa[Yakni jika engkau takut kepada Allah, maka janganlah mendatangiku. Maryam menggabung antara berpegang teguh kepada Tuhannya dengan menakut-nakutinya serta menyuruhnya untuk bertakwa. Ketika itu kondisinya sepi, jauh dari manusia, sedangkan malaikat yang datang kepadanya menampakkan diri dalam bentuk manusia yang sempurna lagi indah. Pendorong untuk berbuat maksiat sangat banyak, akan tetapi Maryam menolaknya, ia berlindung kepada Allah dan menakut-nakuti orang yang mendekatinya. Hal ini menunjukkan ‘iffah (bersihnya) Maryam, jauhnya dari keburukan dan sebab-sebabnya. Sikap ‘iffah ini dengan adanya pendorong dan tidak adanya penghalang termasuk amalan yang sangat utama. Oleh karena itu, Allah memuji Maryam karena ‘iffahnya, Dia berfirman, “Dan (ingatlah) Maryam binti Imran yang memelihara kehormatannya, Maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh (ciptaan) Kami, dan Dia membenarkan kalimat Rabbnya dan Kitab-Kitab-Nya, dan Dia termasuk orang-orang yang taat.” (Terj. At Tahrim: 12). Oleh karena ‘iffahnya, maka Allah Subhaanahu wa Ta’aala menggantikannya dengan menganugerahkan seorang anak yang termasuk tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah dan menjadi salah seorang rasul-Nya].”

قَالَ إِنَّمَا أَنَا رَسُولُ رَبِّكِ لأهَبَ لَكِ غُلامًا زَكِيًّا (١٩)

19. Dia (Jibril) berkata, “Sesungguhnya aku hanyalah utusan Tuhanmu[yakni tugasku hanyalah menyampaikan risalah Tuhanku kepadamu], untuk menyampaikan anugerah kepadamu seorang anak laki-laki yang suci[yakni suci dari sifat-sifat tercela dan memiliki sifat-sifat terpuji].”

قَالَتْ أَنَّى يَكُونُ لِي غُلامٌ وَلَمْ يَمْسَسْنِي بَشَرٌ وَلَمْ أَكُ بَغِيًّا (٢٠)

20. [Maryam merasa heran karena akan melahirkan anak tanpa bapak]Dia (Maryam) berkata, “Bagaimana mungkin aku mempunyai anak laki-laki, padahal tidak pernah ada orang (laki-laki) yang menyentuhku[dengan menikahiku] dan aku bukan seorang pezina!”

قَالَ كَذَلِكِ قَالَ رَبُّكِ هُوَ عَلَيَّ هَيِّنٌ وَلِنَجْعَلَهُ آيَةً لِلنَّاسِ وَرَحْمَةً مِنَّا وَكَانَ أَمْرًا مَقْضِيًّا (٢١)

21. Dia (Jibril) berkata, “Demikianlah[diciptakan-Nya seorang anak dari kamu tanpa seorang bapak].” Tuhanmu berfirman, “Hal itu mudah bagi-Ku, dan agar Kami menjadikannya suatu tanda (kekuasaan Allah) bagi manusia[yakni menciptakannya tanpa bapak, menunjukkan sempurnanya kekuasaan Allah. Telah Kami ciptakan Adam tanpa laki-laki (bapak) dan perempuan, Hawa dari seorang-laki-laki tanpa perempuan, Isa dari seorang perempuan tanpa laki-laki, dan kami ciptakan seluruh keturunan Adam lainnya dari laki-laki dan perempuan] dan sebagai rahmat dari kami[Baik kepadanya, kepada ibunya maupun kepada manusia. Rahmat Allah kepadanya adalah dengan menjadikannya salah seorang rasul di antara rasul-rasul Allah, di mana ia akan mengajak manusia menyembah Allah dan mengesakan-Nya. Lebih dari itu, Beliau (Nabi Isa ‘alaihis salam) termasuk salah seorang rasul ulul ‘azmi. Adapun rahmat-Nya kepada ibunya adalah karena ia mendapatkan kebanggaan, pujian yang baik dan manfaat yang besar. Sedangkan rahmat-Nya kepada manusia dan menjadi nikmat terbesar bagi mereka adalah dengan mengutusnya kepada manusia, membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, membersihkan mereka, mengajarkan mereka kitab dan hikmah, di mana jika mereka mengikutinya, maka mereka akan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat]; dan hal itu[adanya ‘Isa ‘alaihis salam dengan cara seperti itu] adalah suatu urusan yang sudah diputuskan.”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s