Tafsir An Nahl Ayat 70-83

Ayat 70-72: Di antara nikmat Allah Subhaanahu wa Ta’aala dalam kehidupan, rezeki, pasangan dan keturunan.

وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ ثُمَّ يَتَوَفَّاكُمْ وَمِنْكُمْ مَنْ يُرَدُّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْ لا يَعْلَمَ بَعْدَ عِلْمٍ شَيْئًا إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ قَدِيرٌ (٧٠)

70. Dan Allah telah menciptakan kamu[padahal kamu sebelumnya tidak ada], kemudian mewafatkanmu[ketika sudah tiba ajalmu], di antara kamu ada yang dikembalikan kepada usia yang tua renta (pikun)[akalnya seperti akal anak-anak], sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang pernah diketahuinya. Sungguh, Allah Maha Mengetahui lagi Mahakuasa [ilmu dan kekuasaan-Nya meliputi segala sesuatu, di antaranya adalah Dia memindahkan kejadian kamu dari lemah menjadi kuat, dan kembali lagi melemah].

وَاللَّهُ فَضَّلَ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ فِي الرِّزْقِ فَمَا الَّذِينَ فُضِّلُوا بِرَادِّي رِزْقِهِمْ عَلَى مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَهُمْ فِيهِ سَوَاءٌ أَفَبِنِعْمَةِ اللَّهِ يَجْحَدُونَ (٧١)

71. [Ayat ini termasuk dalil tentang keberhakan Allah saja untuk diibadahi; tidak selain-Nya, dan dalil terhadap buruknya perbuatan syirk] Dan Allah melebihkan sebagian kamu atas sebagian yang lain dalam hal rezeki[oleh karena itu, di antara kamu ada yang kaya dan ada yang miskin, ada yang merdeka dan ada yang menjadi budak], tetapi orang yang dilebihkan (rezekinya itu) tidak mau memberikan rezekinya kepada para hamba sahaya yang mereka miliki, sehingga mereka sama[yakni jika mereka saja tidak ingin hartanya dibagi rata kepada hamba sahaya mereka atau mereka tidak ingin ada yang bersekutu dalam harta mereka, maka mengapa mereka menjadikan sebagian makhluk milik-Nya sebagai sekutu bagi-Nya]. Mengapa mereka mengingkari nikmat Allah[dengan mengadakan sekutu-sekutu bagi-Nya]?

وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا وَجَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ بَنِينَ وَحَفَدَةً وَرَزَقَكُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ أَفَبِالْبَاطِلِ يُؤْمِنُونَ وَبِنِعْمَةِ اللَّهِ هُمْ يَكْفُرُونَ (٧٢

72. [Allah Subhaanahu wa Ta’aala memberitahukan tentang nikmat-Nya yang besar kepada hamba-hamba-Nya, di mana Dia menjadikan untuk mereka pasangan-pasangan agar mereka merasa tenteram kepadanya. Demikian juga menjadikan dari pasangan mereka anak dan cucu yang menyenangkan pandangan mereka, yang membantu dan memenuhi kebutuhan mereka serta memberi banyak manfaat bagi mereka. Allah Subhaanahu wa Ta’aala juga memberikan kepada mereka rezeki dari yang baik-baik, berupa makanan, minuman, nikmat-nikmat yang nampak maupun tersembunyi yang mereka tidak sanggup menjumlahkannya]Dan Allah menjadikan bagimu pasangan (suami atau istri) dari jenis kamu sendiri[oleh karena itu, Hawa diciptakan-Nya dari tulang rusuk Adam, sedangkan semua wanita diciptakan dari air mani laki-laki dan wanita] dan menjadikan anak dan cucu bagimu dari pasanganmu, serta memberimu rezeki dari yang baik. Mengapa mereka beriman kepada yang batil[yaitu patung dan berhala] dan mengingkari nikmat Allah [dengan menggunakan nikmat-Nya untuk bermaksiat kepada Allah dan berbuat kufur serta syirk kepada-Nya]?,

Ayat 73-76: Dibuatkan perumpamaan dalam Al Qur’an adalah untuk menerangkan dan mendekatkan makna dalam pikiran.

وَيَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لا يَمْلِكُ لَهُمْ رِزْقًا مِنَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ شَيْئًا وَلا يَسْتَطِيعُونَ (٧٣)

73. dan mereka menyembah selain Allah, sesuatu yang sama sekali tidak dapat memberikan rezeki kepada mereka, dari langit[seperti hujan] dan bumi[seperti tumbuhnya tanaman], dan tidak akan sanggup (berbuat apa pun)[Lalu mengapa mereka menyamakan sesembahan mereka dengan Allah Penguasa langit dan bumi, di mana milik-Nya semua kerajaan, semua pujian dan semua kekuatan? Oleh karena itu, di ayat selanjutnya Allah Subhaanahu wa Ta’aala memerintahkan agar jangan mengadakan tandingan atau sekutu bagi-Nya].

فَلا تَضْرِبُوا لِلَّهِ الأمْثَالَ إِنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ (٧٤)

74. Maka janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah. Sungguh, Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui[oleh karena itu, kita tidak boleh berkata tentang-Nya tanpa ilmu dan harus menyimak perumpamaan yang dibuat oleh-Nya, Al ‘Aliim].

ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلا عَبْدًا مَمْلُوكًا لا يَقْدِرُ عَلَى شَيْءٍ وَمَنْ رَزَقْنَاهُ مِنَّا رِزْقًا حَسَنًا فَهُوَ يُنْفِقُ مِنْهُ سِرًّا وَجَهْرًا هَلْ يَسْتَوُونَ الْحَمْدُ لِلَّهِ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لا يَعْلَمُونَ (٧٥)

75. [Ibnu Jarir meriwayatkan dengan sanadnya yang sampai kepada Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, tentang firman Allah Ta’ala, “Allah membuat perumpamaan seorang hamba sahaya…dst.” (An Nahl: 75) ia berkata, “Ayat ini turun tentang seorang laki-laki dari kaum Quraisy dan budaknya.” Sedangkan firman-Nya, “Dan Allah (juga) membuat perumpamaan, dua orang laki-laki, yang seorang bisu, tidak dapat berbuat sesuatu….” sampai, “dan dia berada di jalan yang lurus?” Ia berkata, “Dia adalah Utsman bin Affan. Sedangkan yang bisu, yang jika diarahkan tidak mendatangkan kebaikan adalah Maula (budak yang dimerdekakan) Utsman bin ‘Affan, di mana Utsman menafkahinya, membebaninya dan mencukupkan kebutuhan pangannya, namun maulanya membenci Islam, melarang bersedekah dan melarang berbuat yang ma’ruf (baik).” Syaikh Muqbil menjelaskan, bahwa para perawinya, perawi hadits shahih.]Allah membuat perumpamaan seorang hamba sahaya di bawah kekuasaan orang lain, yang tidak berdaya berbuat sesuatu, dan seorang[yang merdeka] yang Kami beri rezeki yang baik, lalu Dia menginfakkan sebagian rezeki itu secara sembunyi-sembunyi dan secara terang-terangan. Samakah mereka itu[antara budak yang lemah dengan yang merdeka yang bebas bertindak? Tentu tidak sama. Jika kedua makhluk itu saja tidak sama, maka apakah sama antara makhluk yang tidak memiliki kekuasaan dan kemampuan, bahkan ia butuh dari berbagai sisi dengan Yang Maha Pencipta yang memiliki segala sesuatu, yang Maha Kaya, lagi Maha Kuasa? Tentu tidak sama. Oleh karena itu, Dia memuji Diri-Nya. Perumpamaan di ayat tersebut adalah untuk membantah orang-orang musyrikin yang menyamakan Allah Tuhan yang memberi rezeki dengan berhala-berhala yang tidak berdaya]? Segala puji hanya bagi Allah, [seakan-akan sebelum kalimat di atas ada perkataaan, “Jika demikian keadaannya, maka mengapa orang-orang musyrik menyamakan sesembahan mereka dengan Allah?” Jawabnya adalah kalimat di atas]tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui[jika sekiranya mereka mengetahui, tentu mereka tidak berani berbuat syirk].

وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلا رَجُلَيْنِ أَحَدُهُمَا أَبْكَمُ لا يَقْدِرُ عَلَى شَيْءٍ وَهُوَ كَلٌّ عَلَى مَوْلاهُ أَيْنَمَا يُوَجِّهْهُ لا يَأْتِ بِخَيْرٍ هَلْ يَسْتَوِي هُوَ وَمَنْ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَهُوَ عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ (٧٦

76. Dan Allah (juga) membuat perumpamaan, dua orang laki-laki, yang seorang bisu[dan tuli], tidak dapat berbuat sesuatu[tidak paham dan tidak memberi pemahaman kepada orang lain] dan dia menjadi beban penanggungannya[tidak produktif/kreatif, dan menjadi beban bagi orang lain], ke mana saja dia disuruh (oleh penanggungnya itu), dia sama sekali tidak dapat mendatangkan suatu kebaikan. Samakah orang itu dengan orang yang menyuruh berbuat keadilan, dan dia berada di jalan yang lurus[Allah Subhaanahu wa Ta’aala membuatkan perumpamaan yang mudah dicerna oleh manusia agar mereka paham. Sebagaimana tidak sama antara dua makhluk di atas, maka tidak sama pula antara sesembahan selain Allah yang tidak mampu mendatangkan maslahat baik bagi diri maupun orang lain dengan Allah Yang Mahakuasa. Oleh karena itu, sesembahan itu selamanya tidak sebanding dengan Allah; yang firman-Nya adalah hak dan tidak berbuat kecuali perbuatan yang menjadikan-Nya berhak mendapat pujian. Ada pula yang menfasirkan, bahwa ayat ini menerangkan perumpamaan orang kafir dan orang mukmin. Namun ada yang menafsirkan, bahwa ayat ini menerangkan perumpamaan Allah Subhaanahu wa Ta’aala, sedangkan yang bisu dan tidak mampu mendengar adalah patung dan berhala, sedangkan ayat sebelumnya menerangkan perumpamaan orang mukmin dengan orang kafir. Wallahu a’lam]?

Ayat 77-79: Hanya Allah Subhaanahu wa Ta’aala yang mengetahui yang gaib dan bukti kekuasaan-Nya dalam penciptaan manusia, dan karunia-Nya kepada manusia dengan melengkapi dirinya dengan berbagai sarana pengetahuan.

وَلِلَّهِ غَيْبُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَمَا أَمْرُ السَّاعَةِ إِلا كَلَمْحِ الْبَصَرِ أَوْ هُوَ أَقْرَبُ إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (٧٧)

77. Dan milik Allah (segala) yang tersembunyi di langit dan di bumi[oleh karena itu, tidak ada yang mengetahui hal yang tersembunyi lagi samar kecuali Dia. Termasuk di antaranya adalah pengetahuan tentang kapan kiamat]. Urusan kejadian kiamat itu, hanya seperti sekejap mata atau lebih cepat (lagi)[yang demikian, karena Dia cukup berkata, “Kun” (terjadilah), maka terjadilah dia, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Ketika itu, manusia bangkit dari kuburnya dan telah hilang kesempatan bagi orang yang meminta penangguhan]. Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.

وَاللَّهُ أَخْرَجَكُمْ مِنْ بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لا تَعْلَمُونَ شَيْئًا وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالأبْصَارَ وَالأفْئِدَةَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ (٧٨)

78. Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan dan hati nurani[disebutkan ketiga hal ini karena kelebihannya, meskipun anggota badan yang lain juga merupakan pemberian Allah Subhaanahu wa Ta’aala. Ketiga hal ini merupakan kunci bagi setiap ilmu. Seorang hamba tidaklah mendapatkan ilmu kecuali melalui salah satu pintu ini], agar kamu bersyukur[kepada-Nya sehingga kamu beriman. Dengan menggunakan pemberian itu untuk ketaatan kepada Allah. Barang siapa yang tidak menggunakan untuk berpikir mencari kebenaran atau untuk ketaatan kepada Allah, maka semua itu akan menjadi hujjah terhadapnya (berbalik menimpanya), dan sama saja membalas nikmat dengan keburukan].

أَلَمْ يَرَوْا إِلَى الطَّيْرِ مُسَخَّرَاتٍ فِي جَوِّ السَّمَاءِ مَا يُمْسِكُهُنَّ إِلا اللَّهُ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ   (٧٩)

79. Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang dapat terbang di angkasa dengan mudah. Tidak ada yang menahannya[ketika burung-burung itu menutup sayapnya atau membuka] selain Allah[Allah Subhaanahu wa Ta’aala yang menciptakan burung yang membuatnya dapat terbang, Dia menciptakan pula angkasa yang memudahkan burung-burung terbang di sana dan Dia yang menahannya agar tidak jatuh]. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah)[yang menunjukkan sempurnanya kebijaksanaan Allah, ilmu-Nya yang luas, dan perhatian-Nya kepada semua makhluk serta sempurnanya kekuasaan-Nya] bagi orang-orang yang beriman [karena kepada mereka (orang-orang beriman) ayat-ayat Allah bermanfaat, adapun selain mereka, maka pandangan mereka hanya sebatas pandangan main-main dan kelalaian].

Ayat 80-83: Allah Subhaanahu wa Ta’aala mengingatkan manusia dengan nikmat tempat tinggal dan pakaian, dan agar hal itu disikapi mereka dengan sikap syukur.

وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُمْ مِنْ بُيُوتِكُمْ سَكَنًا وَجَعَلَ لَكُمْ مِنْ جُلُودِ الأنْعَامِ بُيُوتًا تَسْتَخِفُّونَهَا يَوْمَ ظَعْنِكُمْ وَيَوْمَ إِقَامَتِكُمْ وَمِنْ أَصْوَافِهَا وَأَوْبَارِهَا وَأَشْعَارِهَا أَثَاثًا وَمَتَاعًا إِلَى حِينٍ (٨٠)

80. [Di ayat ini dan setelahnya, Allah Subhaanahu wa Ta’aala mengingatkan kepada hamba-hamba-Nya nikmat-nikmat-Nya, mengajak mereka untuk mensyukuri-Nya dan mengakui-Nya]Dan Allah menjadikan rumah-rumah bagimu sebagai tempat tinggal[yang melindungi kamu dari panas dan dingin] dan Dia menjadikan bagimu rumah-rumah (kemah-kemah) dari kulit hewan ternak yang kamu merasa ringan (membawa)nya pada waktu kamu bepergian dan pada waktu kamu bermukim dan (dijadikan-Nya pula) dari bulu domba, bulu unta dan bulu kambing, alat-alat rumah tangga[seperti wadah, permadani, pakaian, keranjang, dll] dan kesenangan sampai waktu (tertentu)[sehingga membuatnya menjadi usang. Ini semua termasuk yang ditundukkan Allah kepada hamba-hamba-Nya sehingga mereka mampu membuatnya].

وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُمْ مِمَّا خَلَقَ ظِلالا وَجَعَلَ لَكُمْ مِنَ الْجِبَالِ أَكْنَانًا وَجَعَلَ لَكُمْ سَرَابِيلَ تَقِيكُمُ الْحَرَّ وَسَرَابِيلَ تَقِيكُمْ بَأْسَكُمْ كَذَلِكَ يُتِمُّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تُسْلِمُونَ (٨١)

81. Dan Allah menjadikan tempat bernaung bagimu[yang melindungi diri dari terik panas matahari] dari apa yang telah Dia ciptakan[tanpa ada tindakan dari kamu, seperti bukit, pepohonan, awan, dsb], Dia menjadikan bagimu tempat-tempat tinggal di gunung-gunung[seperti gua di gunung yang dapat melindungi diri dari panas, dingin, hujan dan serangan musuh], dan Dia menjadikan pakaian bagimu yang memeliharamu dari panas[Demikian pula dari dingin. Tidak disebutkan di ayat ini kata-kata “dingin” karena sebagaimana diterangkan sebelumnya, bahwa bagian pertama surah ini menerangkan ushul (pokok-pokok) nikmat, sedangkan di akhirnya pelengkap dan penyempurna kenikmatan, sedangkan perlindungan dari dingin jelas termasuk ushul nikmat] dan pakaian (baju besi) yang memelihara kamu dalam peperangan. Demikianlah[sebagaimana Dia menciptakan semua itu] Allah menyempurnakan nikmat-Nya[dengan menciptakan semua yang kamu butuhkan] kepadamu agar kamu berserah diri (kepada-Nya)[mentauhidkan-Nya, tunduk kepada perintah-Nya dan mengarahkan nikmat-nikmat yang diberikan-Nya untuk ketaatan kepada-Nya. Banyaknya nikmat yang diberikan seharusnya semakin menambah hamba bersyukur dan memuji-Nya, akan tetapi orang-orang zalim tidak menghendaki selain kedurhakaan].

فَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا عَلَيْكَ الْبَلاغُ الْمُبِينُ (٨٢)

82. Jika mereka berpaling[dari masuk Islam, atau dari Allah, dari menaati-Nya setelah disebutkan nikmat-nikmat dan ayat-ayat-Nya], maka ketahuilah kewajiban yang dibebankan atasmu (Muhammad) hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang[bukan memberi taufiq untuk mengikuti hidayah kepada seseorang sehingga dia beriman].

يَعْرِفُونَ نِعْمَةَ اللَّهِ ثُمَّ يُنْكِرُونَهَا وَأَكْثَرُهُمُ الْكَافِرُونَ (٨٣

83. Mereka mengetahui nikmat Allah[bahwa nikmat-nikmat yang mereka peroleh itu berasal dari-Nya], kemudian mereka mengingkarinya[dengan berbuat syirk kepada-Nya] dan kebanyakan mereka adalah orang yang kafir[yang tidak ada kebaikan dalam diri mereka, dan pengulangan ayat-ayat-Nya tidaklah bermanfaat bagi mereka, karena sudah rusaknya perasaan dan tujuan mereka. Kelak mereka akan melihat balasan Allah terhadap orang yang sombong lagi keras, kufur nikmat lagi dirhaka kepada Allah dan Rasul-Nya].

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s