Tafsir An Nahl Ayat 56-69

Ayat 56-62: Gambaran kebiasaan kaum Jahiliyyah yang buruk yang di antaranya adalah melebihkan laki-laki daripada wanita, dan sikap Islam terhadap kebiasaan ini.

وَيَجْعَلُونَ لِمَا لا يَعْلَمُونَ نَصِيبًا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ تَاللَّهِ لَتُسْأَلُنَّ عَمَّا كُنْتُمْ تَفْتَرُونَ (٥٦)

56. [Allah Subhaanahu wa Ta’aala memberitahukan tentang kebodohan orang-orang musyrik, kezaliman mereka, dan membuat-buatnya mereka kedustaan terhadap Allah. Mereka sisihkan sebagian rezeki yang Allah berikan kepada patung-patung yang tidak dikenal berkuasa apa-apa. Mereka gunakan nikmat-nikmat Allah untuk berbuat syirk dan mendekatkan diri kepada patung-patung yang dipahat atau sesembahan lainnya]Dan mereka[orang-orang musyrik] menyediakan sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepada mereka[seperti tanaman dan binatang ternak. Hal ini tidak beda jauh dengan keadaan di zaman kita, ada orang-orang yang membuat sesaji untuk selain Allah, seperti yang melempar sesajiannya ke laut dan ada yang menaruhnya di tempat tertentu menurut persangkaan mereka. Mereka tidak bersyukur kepada Allah yang telah memberikan rezeki kepada mereka berupa hasil panen dan berkembangbiaknya ternak mereka, bahkan mereka sisihkan sebagian panen atau binatang ternak mereka kepada selain Allah yang tidak memberi rezeki dan tidak menciptakan mereka, fa inaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun] untuk berhala-berhala yang mereka tidak mengetahui (kemampuannya). Demi Allah, kamu pasti akan ditanyai tentang apa yang telah kamu ada-adakan[karena kamu telah berdusta dengan mengatakan, bahwa Allah memerintahkan kamu melakukan hal itu. Oleh karena itu, Dia akan memberikan hukuman berat terhadap kamu jika kamu tetap terus berbuat seperti itu].

وَيَجْعَلُونَ لِلَّهِ الْبَنَاتِ سُبْحَانَهُ وَلَهُمْ مَا يَشْتَهُونَ  (٥٧)

57. Dan mereka menetapkan anak perempuan bagi Allah [Mereka mengatakan bahwa Allah mempunyai anak perempuan yaitu malaikat-malaikat karena mereka sangat benci kepada anak-anak perempuan]. Mahasuci Dia[dari mengambil atau memiliki anak], sedang untuk mereka sendiri apa yang mereka sukai (anak laki-laki).

وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُمْ بِالأنْثَى ظَلَّ وَجْهُهُ مُسْوَدًّا وَهُوَ كَظِيمٌ (٥٨)

58. Padahal apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, wajahnya menjadi hitam (merah padam)[merasa malu dengan kawan-kawannya, bahkan berusaha menyembunyikan berita itu], dan Dia sangat marah[lalu mengapa mereka menisbatkan anak perempuan kepada-Nya, sedangkan mereka sendiri tidak suka?].

يَتَوَارَى مِنَ الْقَوْمِ مِنْ سُوءِ مَا بُشِّرَ بِهِ أَيُمْسِكُهُ عَلَى هُونٍ أَمْ يَدُسُّهُ فِي التُّرَابِ أَلا سَاءَ مَا يَحْكُمُونَ (٥٩)

59. Dia bersembunyi dari orang banyak[karena takut dihina sambil memikirkan sikapnya], disebabkan kabar buruk yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan atau akan membenamkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)? Ingatlah alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu[karena menisbatkan anak kepada Allah. Terlebih anak yang mereka nisbatkan kepada-Nya adalah anak yang mereka benci, yaitu anak perempuan].

لِلَّذِينَ لا يُؤْمِنُونَ بِالآخِرَةِ مَثَلُ السَّوْءِ وَلِلَّهِ الْمَثَلُ الأعْلَى وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ   (٦٠)

60. Bagi orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, mempunyai sifat yang buruk[seperti berani mengubur hidup-hidup bayi perempuan]; dan Allah mempunyai sifat Yang Mahatinggi[dan semua sifat sempurna. Semua kesempurnaan yang ada, maka Allah lebih berhak terhadapnya tanpa ada kekurangan sedikit pun dari berbagai sisi. Dia memiliki sifat yang tinggi di hati wali-wali-Nya, di mana mereka mengagungkan-Nya, memuliakan-Nya, mencintai-Nya, mengenali-Nya, dan kembali kepada-Nya. Ada pula yang menafsirkan dengan Laailaahaillalah (tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah]. Dan Dia yang Mahaperkasa[berkuasa atas semuanya, dan semua makhluk tunduk kepada-Nya] lagi Mahabijaksana[Dia menempatkan sesuatu pada tempatnya, Dia tidak memerintah dan melarang, serta tidak berbuat kecuali perintah, larangan dan perbuatan-Nya berhak mendapat pujian yang sempurna].

وَلَوْ يُؤَاخِذُ اللَّهُ النَّاسَ بِظُلْمِهِمْ مَا تَرَكَ عَلَيْهَا مِنْ دَابَّةٍ وَلَكِنْ يُؤَخِّرُهُمْ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلا يَسْتَقْدِمُونَ (٦١)

61. [Setelah Allah Subhaanahu wa Ta’aala menyebutkan kedustaan orang-orang zalim terhadap-Nya, maka Allah menyebutkan sempurnanya santun-Nya dan kesabaran-Nya]Dan kalau Allah menghukum manusia karena kezalimannya[atau maksiatnya], niscaya tidak akan ditinggalkan-Nya di bumi dari makhluk yang melata sekalipun[, Dia akan membinasakan para pelaku maksiat dan selainnya, termasuk hewan], tetapi Allah menangguhkan mereka sampai waktu yang sudah ditentukan[yaitu hari kiamat]. Maka apabila telah tiba waktunya, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun[oleh karena itu, hendaknya mereka berhati-hati di waktu penangguhan sebelum datang waktu yang di sana tidak ada lagi penangguha].

وَيَجْعَلُونَ لِلَّهِ مَا يَكْرَهُونَ وَتَصِفُ أَلْسِنَتُهُمُ الْكَذِبَ أَنَّ لَهُمُ الْحُسْنَى لا جَرَمَ أَنَّ لَهُمُ النَّارَ وَأَنَّهُمْ مُفْرَطُونَ (٦٢

62. Dan mereka[orang-orang musyrik] menetapkan bagi Allah apa yang mereka sendiri membencinya[seperti anak perempuan, adanya sekutu dalam kepemimpinan, dan menghinakan para rasu], dan lidah mereka mengucapkan kebohongan, bahwa sesungguhnya yang baik[yakni surga atau keadaan yang baik di dunia dan akhirat] untuk mereka. Tidaklah diragukan bahwa nerakalah bagi mereka, dan sesungguhnya mereka segera akan dimasukkan (ke dalamnya).

 

Ayat 63-64: Allah Subhaanahu wa Ta’aala mengutus para rasul untuk menyampaikan risalah dan agar manusia mengikuti mereka.

تَاللَّهِ لَقَدْ أَرْسَلْنَا إِلَى أُمَمٍ مِنْ قَبْلِكَ فَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ فَهُوَ وَلِيُّهُمُ الْيَوْمَ وَلَهُمْ عَذَابٌ (٦٣)

63. [Allah Subhaanahu wa Ta’aala menerangkan, bahwa Beliau bukanlah rasul pertama yang didustakan]Demi Allah, sungguh Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat sebelum engkau (Muhammad)[yang menyeru kepada tauhid], tetapi setan menjadikan umat-umat itu memandang baik perbuatan mereka (yang buruk)[yaitu mendustakan para rasul, dan mereka menyangka bahwa sikap mereka itu benar, sedangkan yang diserukan rasul adalah salah karena dihias oleh setan], sehingga dia (setan) menjadi pemimpin mereka pada hari ini[di dunia atau pada hari kiamat. Pada hari kiamat setan menjadi wali mereka, padahal dia lemah; menolong dirinya dari azab saja tidak mampu, apalagi menolong orang lain] dan mereka akan mendapat azab yang sangat pedih[karena mereka berpaling dari Allah, dan lebih ridha menjadikan setan -yang sebenarnya musuhnya- sebagai walinya].

وَمَا أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ إِلا لِتُبَيِّنَ لَهُمُ الَّذِي اخْتَلَفُوا فِيهِ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ (٦٤

64. Dan Kami tidak menurunkan Kitab (Al Quran) ini kepadamu (Muhammad), melainkan agar engkau dapat menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu[tentang perkara agama, dan jalan mana yang benar], serta menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.

Ayat 65-69: Di antara keajaiban kekuasaan Allah Subhaanahu wa Ta’aala yaitu mengeluarkan susu yang murni yang keluar di antara kotoran dan darah, gambaran kehidupan lebah dan manfaat madu, serta sisi pelajaran yang dapat diambil dari kehidupan alam semesta.

وَاللَّهُ أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَحْيَا بِهِ الأرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَةً لِقَوْمٍ يَسْمَعُونَ (٦٥)

65. Dan Allah menurunkan air (hujan) dari langit dan dengan air itu dihidupkan-Nya bumi[dengan tumbuhnya pepohonan] yang tadinya sudah mati. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah)[yang menunjukkan mampunya Dia membangkitkan manusia yang telah mati. Di samping itu, di sana pun terdapat tanda bahwa hanya Dia yang berhak diibadahi, karena Dia yang telah menurunkan hujan dan menumbuhkan tanaman, dan bahwa Dia memiliki rahmat yang luas serta kepemurahan yang besar karena telah menyebarkan ihsan-Nya] bagi orang-orang yang mendengarkan (pelajaran)[yang disertai tadabur].

وَإِنَّ لَكُمْ فِي الأنْعَامِ لَعِبْرَةً نُسْقِيكُمْ مِمَّا فِي بُطُونِهِ مِنْ بَيْنِ فَرْثٍ وَدَمٍ لَبَنًا خَالِصًا سَائِغًا لِلشَّارِبِينَ (٦٦)

66. Dan sungguh, pada hewan ternak[yang ditundukkan Allah untuk memberimu manfaat] itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu[tentang sempurnanya kekuasaan Allah, luasnya ihsan-Nya. Bukankah semua ini merupakan qudrat (kuasa) Allah, dan bukan perkara tabi’at?]. Kami memberimu minum dari apa yang ada dalam perutnya (berupa) susu murni antara kotoran dan darah[namun tidak tercampur oleh kotoran dan darah], yang mudah ditelan bagi orang yang meminumnya [lagi bergizi].

وَمِنْ ثَمَرَاتِ النَّخِيلِ وَالأعْنَابِ تَتَّخِذُونَ مِنْهُ سَكَرًا وَرِزْقًا حَسَنًا إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَةً لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ (٦٧)

67. Dan dari buah kurma dan anggur, kamu membuat minuman yang memabukkan[ayat ini turun sebelum diharamkannya minuman yang memabukkan] dan rezeki yang baik[seperti buah kurma, kismis, sirup kurma dan membuat berbagai minum lezat lainnya]. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah) bagi orang yang mengerti.

وَأَوْحَى رَبُّكَ إِلَى النَّحْلِ أَنِ اتَّخِذِي مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًا وَمِنَ الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُونَ (٦٨)

68. Dan Tuhanmu mengilhamkan kepada lebah, “Buatlah sarang di gunung-gunung, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibangun manusia,

ثُمَّ كُلِي مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ فَاسْلُكِي سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلا يَخْرُجُ مِنْ بُطُونِهَا شَرَابٌ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ فِيهِ شِفَاءٌ لِلنَّاسِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَةً لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ (٦٩

69. kemudian makanlah dari segala (macam) buah-buahan lalu tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu)[sehingga kamu (yakni lebah) tidak merasa sulit mencari padang rumput meskipun sukar dilalui, dan kamu tidak akan tersesat jika pulang kembali meskipun perjalananmu jauh karena telah dimudahkan Allah].” Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia[Hal ini menunjukkan sempurnanya perhatian dan kelembutan Allah Ta’ala kepada hamba-hamba-Nya. Oleh karena itu, tidak ada yang berhak diberikan kecintaan dan ibadah selain Dia]. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berpikir[ciptaan Allah, seperti memikirkan lebah yang kecil tersebut].

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s