Tafsir Ibrahim Ayat 23-34

Ayat 23-27: Perumpamaan dalam Al Qur’an merupakan pelajaran dan nasihat, dan penjelasan teguhnya kalimat yang haq dan batilnya kalimat yang batil

وَأُدْخِلَ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ تَحِيَّتُهُمْ فِيهَا سَلامٌ (٢٣)

23. [Setelah disebutkan balasan terhadap orang-orang zalim, maka disebutkan balasan orang-orang yang taat] Dan orang yang beriman dan beramal saleh[menegakkan agamanya dengan mengamalkannya, baik yang terkait dengan perkataan, perbuatan maupun keyakinan] dimasukkan ke dalam surga-surga[di dalamnya terdapat kenikmatan yang tidak pernah terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga dan terlintas di hati manusia] yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya dengan seizin Tuhan mereka. Ucapan penghormatan mereka[baik dari Allah maupun dari para malaikat dan antara sesama mereka] dalam (surga) itu adalah salam[yaitu selamat dari segala bencana].

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ (٢٤)

24. Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik[termasuk dalam kalimat yang baik adalah kalimat tauhid, semua ucapan yang menyeru kepada kebajikan dan mencegah dari kemungkaran serta perbuatan yang baik. Kalimat tauhid adalah kalimat laa ilaa ha illallaah] seperti pohon yang baik[misalnya pohon kurma], akarnya kuat dan cabangnya (menjulang) ke langit,

تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا وَيَضْرِبُ اللَّهُ الأمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ (٢٥)

25. Pohon itu menghasilkan buahnya pada setiap waktu dengan seizin Tuhannya[demikian pula kalimat tauhid atau keimanan yang menancap di hati seorang mukmin, sedangkan cabangnya yang berupa ucapan yang baik, amal yang saleh, akhlak yang terpuji dan adab yang baik akan naik ke langit dan memperoleh keberkahan serta pahala di setiap waktu, bermanfaat bagi pelakunya maupun orang lain]. Dan Allah membuat perumpamaan itu untuk manusia agar mereka selalu ingat[sehingga mereka pun beriman. Allah Subhaanahu wa Ta’aala sering membuat perumpamaan, karena perumpamaan dapat memahamkan maksud lagi dapat meresap di hati pendengarnya daripada contoh yang nyata. Hal ini termasuk rahmat-Nya dan bagusnya pengajaran-Nya].

وَمَثَلُ كَلِمَةٍ خَبِيثَةٍ كَشَجَرَةٍ خَبِيثَةٍ اجْتُثَّتْ مِنْ فَوْقِ الأرْضِ مَا لَهَا مِنْ قَرَارٍ (٢٦)

26. Dan perumpamaan kalimat yang buruk[yaitu kalimat kufur dan cabang-cabangnya] seperti pohon yang buruk[misalnya pohon hanzhalah (sejenis labu) yang pahit rasanya], yang telah dicabut akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikit pun[demikian pula kalimat kufur dan maksiat itu, tidak kokoh, tidak bercabang ke atas dan tidak berkah. Pelakunya tidak mendapatkan manfaat darinya, bahkan mendapatkan bahaya, amalnya tidak naik kepada Allah, tidak memberi manfaat bagi pelakunya apalagi orang lain].

يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الآخِرَةِ وَيُضِلُّ اللَّهُ الظَّالِمِينَ وَيَفْعَلُ اللَّهُ مَا يَشَاءُ (٢٧)

27.[Imam Nasa’i meriwayatkan dengan sanadnya dari Khaitsamah dari Al Barra’ tentang ayat, “Yutsabbitullahulladziina aamanuu…dst.” Ia berkata, Turun tentang azab kubur.” Ia juga meriwayatkan dengan sanadnya dari Sa’ad bin ‘Ubaid dari Al Barra’ dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang ayat, “Yutsabbitullahulladziina aamanuu…dst.” Beliau bersabda, “Turun tentang azab kubur. Dikatakan kepada (penghuni) kubur, “Siapa Tuhanmu?” Ia menjawab, “Allah Tuhanku dan agamaku adalah agama Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.” Itulah maksud firman Allah Ta’ala, ““Yutsabbitullahulladziina aamanuu…dst.” (Diriwayatkan pula oleh Ibnu Majah dengan sanad yang kedua, dan diriwayatkan pula oleh Bukhari dan Muslim)] Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh[ialah kalimat yang baik yang disebutkan dalam ayat 24 di atas, yakni kalimat tauhid] dalam kehidupan di dunia[ketika datang fitnah syubhat dengan ditunjukkan kepada keyakinan, ketika datang fitnah syahwat dengan ditunjukkan kepada tekad yang kuat; mendahulukan apa yang dicintai Allah daripada menuruti hawa nafsunya] dan di akhirat[yaitu ketika maut menjemput dengan istiqamah di atas Islam, diberi husnul khatimah, dan mampu menjawab dengan benar pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir tentang Tuhannya, agamanya dan nabinya]; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim[Sehingga tidak mampu menjawab pertanyaan itu, bahkan berkata, “Ee..,ee..,ee…, saya tidak tahu.” Sebagaimana disebutkan dalam hadits. Dalam ayat di atas terdapat dalil adanya fitnah kubur, nikmat kubur dan azab kubur] dan berberbuat apa yang Dia kehendaki.

 

Ayat 28-30: Tindakan pemimpin-pemimpin sesat yang menyebabkan pengikutnya binasa dan hukuman untuk mereka

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ بَدَّلُوا نِعْمَةَ اللَّهِ كُفْرًا وَأَحَلُّوا قَوْمَهُمْ دَارَ الْبَوَارِ      (٢٨)

28.[Allah Subhaanahu wa Ta’aala menerangkan keadaan orang-orang yang mendustakan Rasul-Nya, seperti halnya orang-orang kafir Quraisy, demikian pula menerangkan akhir yang akan mereka peroleh] Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah[Yang dimaksud dengan nikmat Allah di sini adalah diutus-Nya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada mereka yang mengajak kepada kebahagiaan di dunia dan akhirat, namun mereka malah membalas nikmat itu dengan sikap kufur dan mendustakan. Tidak hanya itu, mereka juga menghalangi orang lain dari jalan Allah dan mengarahkan orang lain masuk ke lembah kebinasaan] dengan ingkar kepada Allah dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan[Dengan menyesatkan mereka. Termasuk dalam hal ini adalah ketika mereka membujuk kaumnya untuk berangkat ke Badar melakukan peperangan dengan kaum mukmin, akhirnya mereka dan kaumnya tewas dan jatuh ke dalam lembah kebinasaan. Di dunia mereka dikalahkan, dan di akhirat dimasukkan ke dalam Jahannam. Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang terjatuh dari tangga lalu tertiban olehnya]?,

جَهَنَّمَ يَصْلَوْنَهَا وَبِئْسَ الْقَرَارُ (٢٩)

29. Yaitu neraka Jahannam; mereka masuk ke dalamnya[yang panasnya mengelilingi mereka dari segenap penjuru]; dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman.

وَجَعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا لِيُضِلُّوا عَنْ سَبِيلِهِ قُلْ تَمَتَّعُوا فَإِنَّ مَصِيرَكُمْ إِلَى النَّارِ (٣٠)

30. Mereka (orang-orang kafir itu) telah menjadikan tandingan bagi Allah untuk menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya[dikarenakan mereka mengadakan tandingan bagi Allah dan mengajak manusia untuk menyembah selain-Nya]. Katakanlah (Muhammad), “Bersenang-senanglah kamu, karena sesungguhnya tempat kembalimu ke neraka.”

 

Ayat 31-34: Perintah Allah untuk mendirikan shalat dan menginfakkan harta, bukti-bukti yang menunjukkan kekuasaan Allah Subhaanahu wa Ta’aala, dan beberapa nikmat Allah yang dilimpahkan kepada hamba-hamba-Nya

قُلْ لِعِبَادِيَ الَّذِينَ آمَنُوا يُقِيمُوا الصَّلاةَ وَيُنْفِقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلانِيَةً مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ يَوْمٌ لا بَيْعٌ فِيهِ وَلا خِلالٌ (٣١)

31. Katakanlah (Muhammad) kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman[Memerintahkan sesuatu yang di sana terdapat hal yang dapat memperbaiki keadaan mereka], “Hendaklah mereka mendirikan shalat, menginfakkan[Infak di sini mencakup infak yang wajib, seperti zakat, infak kepada orang yang ditanggungnya, dsb. Demikian pula mencakup infak yang sunat, seperti sedekah, dsb] sebagian rezeki yang Kami berikan secara sembunyi atau terang-terangan sebelum datang hari, ketika tidak ada lagi jual beli dan persahabatan[Maksudnya, pada hari kiamat itu tidak ada penebusan dosa dan pertolongan sahabat. Pada hari itu, bukan lagi waktunya mengejar yang telah luput, tidak berlaku jual beli, pemberian dari kawan dan sebagainya. Masing-masing sibuk dengan urusannya. Oleh karena itu, hendaknya seorang hamba memperhatikan apa yang telah disiapkan untuk hari esok (kiamat), hendaknya ia hisab dirinya sebelum menghadapi hisab yang besar].

اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ وَسَخَّرَ لَكُمُ الْفُلْكَ لِتَجْرِيَ فِي الْبَحْرِ بِأَمْرِهِ وَسَخَّرَ لَكُمُ الأنْهَارَ (٣٢)

32. Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi[dengan keadaannya yang luas dan besar] dan menurunkan air (hujan) dari langit, kemudian dengan (air hujan) itu Dia mengeluarkan berbagai buah-buahan sebagai rezeki untukmu; dan Dia telah menundukkan kapal bagimu agar berlayar di lautan[Dia yang memudahkan kamu membuatnya, membuat kamu menguasainya, menjaga kapal itu di hadapan gelombang air laut yang besar agar dapat membawamu dan membawa barang-barang kamu ke tempat yang kamu tuju] dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan sungai-sungai bagimu[untuk menyirami tanaman dan pepohonanmu, dan agar kamu dapat meminum airnya].

وَسَخَّرَ لَكُمُ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ دَائِبَيْنِ وَسَخَّرَ لَكُمُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ (٣٣)

33. Dan Dia telah menundukkan (pula) matahari dan bulan bagimu yang terus menerus beredar (dalam orbitnya)[untuk memberi maslahat bagimu, bagi hewan ternakmu, dan bagi tanamanmu]; dan telah menundukkan malam[untuk kamu beristirahat] dan siang[untuk kamu mencari karunia-Nya] bagimu.

وَآتَاكُمْ مِنْ كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لا تُحْصُوهَا إِنَّ الإنْسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ(٣٤)

34. Dan Dia telah memberikan kepadamu segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya[Baik dengan lisanulmaqaal (ucapan) maupun lisaanul haal (keadaan yang menunjukkan butuh)]. Jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, manusia itu[yakni orang kafir] sangat zalim[terhadap dirinya dengan bermaksiat] dan sangat mengingkari (nikmat Allah)[Inilah tabi’at manusia, zalim, berani berbuat maksiat, meremehkan hak-hak Tuhannya, mengingkari nikmat Allah, tidak mensyukurinya dan tidak mengakuinya, selain orang yang diberi petunjuk oleh Allah untuk mensyukuri nikmat-nikmat-Nya, mengenal hak Tuhannya dan menunaikannya. Dari ayat 32-34 disebutkan nikmat-nikmat Allah secara garis besar dan secara rinci; dengan ayat itu Allah mengajak hamba-hamba-Nya mensyukuri-Nya dan mengingat-Nya, mendorong mereka untuk meminta dan berdoa kepada-Nya di malam dan siang hari, sebagaimana nikmat-nikmat-Nya datang kepada mereka di setiap waktu].

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s