Tafsir Al A’raaf Ayat 117-129

Ayat 117-126: Menangnya kebenaran, kalahnya kebatilan serta bersabar ketika kesulitan dan mendapatkan gangguan

وَأَوْحَيْنَا إِلَى مُوسَى أَنْ أَلْقِ عَصَاكَ فَإِذَا هِيَ تَلْقَفُ مَا يَأْفِكُونَ    (١١٧) فَوَقَعَ الْحَقُّ وَبَطَلَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (١١٨)فَغُلِبُوا هُنَالِكَ وَانْقَلَبُوا صَاغِرِينَ (١١٩) وَأُلْقِيَ السَّحَرَةُ سَاجِدِينَ (١٢٠) قَالُوا آمَنَّا بِرَبِّ الْعَالَمِينَ (١٢١) رَبِّ مُوسَى وَهَارُونَ (١٢٢) قَالَ فِرْعَوْنُ آمَنْتُمْ بِهِ قَبْلَ أَنْ آذَنَ لَكُمْ إِنَّ هَذَا لَمَكْرٌ مَكَرْتُمُوهُ فِي الْمَدِينَةِ لِتُخْرِجُوا مِنْهَا أَهْلَهَا فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ (١٢٣) لأقَطِّعَنَّ أَيْدِيَكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ مِنْ خِلافٍ ثُمَّ لأصَلِّبَنَّكُمْ أَجْمَعِينَ (١٢٤) قَالُوا إِنَّا إِلَى رَبِّنَا مُنْقَلِبُونَ (١٢٥)وَمَا تَنْقِمُ مِنَّا إِلا أَنْ آمَنَّا بِآيَاتِ رَبِّنَا لَمَّا جَاءَتْنَا رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَتَوَفَّنَا مُسْلِمِينَ (١٢٦

117. Dan Kami wahyukan kepada Musa, “Lemparkanlah tongkatmu!”. Maka tiba-tiba ia menelan (habis) segala kepalsuan mereka.

118. Maka terbuktilah kebenaran, dan segala yang mereka kerjakan jadi sia-sia.

119. Mereka[Fir’aun dan kaumnya] dikalahkan di tempat itu dan jadilah mereka orang-orang yang hina.

120. Dan para pesihir itu serta merta menjatuhkan diri dengan bersujud[Mereka terus bersujud kepada Allah karena meyakini kebenaran seruan Nabi Musa ‘alaihis salam dan ia bukan pesihir sebagaimana yang mereka duga sebelumnya],

121. Mereka berkata, “Kami beriman kepada Tuhan seluruh alam,

122. (yaitu) Tuhan Musa dan Harun[Karena mereka mengetahui bahwa apa yang mereka saksikan bukanlah berasal dari sihir].”

123. Fir’aun berkata, “Mengapa kamu beriman kepadanya sebelum aku memberi izin kepadamu? Sesungguhnya ini benar-benar tipu muslihat yang telah kamu rencanakan di kota ini, untuk mengusir penduduk. Kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu ini)[Inilah kedustaan Fir’aun, padahal para pesihir sebelumnya telah bersusah payah mengorbankan tenaga mereka untuk mengalahkan Nabi Musa ‘alaihis salam, namun mereka kalah dan kebenaran terbukti, lalu mereka pun mengikutinya].

124. Pasti akan aku potong tangan dan kakimu dengan bersilang (tangan kanan dan kaki kiri atau sebaliknya), kemudian aku akan menyalib kamu semua.”

125. Mereka (para pesihir) menjawab, “Sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan Kami[Yakni, “Kami tidak peduli apa pun hukumanmu, karena kepada Allah-lah kami kembali”],

126. dan kamu tidak menyalahkan kami, melainkan karena kami beriman kepada ayat-ayat Tuhan kami ketika ayat-ayat itu datang kepada kami.” (Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada Kami[Maksudnya, “Limpahkanlah kesabaran kepada kami ketika mereka menimpakan ancaman itu, agar kami tidak berbalik kafir”] dan matikanlah kami dalam keadaan muslim (tunduk kepada-Mu)”[Zhahir ayat ini menunjukkan, bahwa Fir’aun melakukan apa yang diancamkan itu, dan Allah meneguhkan iman mereka].

Ayat 127-129: Kawan-kawan yang buruk, dan bahwa mereka adalah pembantu yang mengadakan kerusakan, dan pengaruh mereka dalam merusak negara

وَقَالَ الْمَلأ مِنْ قَوْمِ فِرْعَوْنَ أَتَذَرُ مُوسَى وَقَوْمَهُ لِيُفْسِدُوا فِي الأرْضِ وَيَذَرَكَ وَآلِهَتَكَ قَالَ سَنُقَتِّلُ أَبْنَاءَهُمْ وَنَسْتَحْيِي نِسَاءَهُمْ وَإِنَّا فَوْقَهُمْ قَاهِرُونَ (١٢٧) قَالَ مُوسَى لِقَوْمِهِ اسْتَعِينُوا بِاللَّهِ وَاصْبِرُوا إِنَّ الأرْضَ لِلَّهِ يُورِثُهَا مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ (١٢٨) قَالُوا أُوذِينَا مِنْ قَبْلِ أَنْ تَأْتِيَنَا وَمِنْ بَعْدِ مَا جِئْتَنَا قَالَ عَسَى رَبُّكُمْ أَنْ يُهْلِكَ عَدُوَّكُمْ وَيَسْتَخْلِفَكُمْ فِي الأرْضِ فَيَنْظُرَ كَيْفَ تَعْمَلُونَ (١٢٩

127. Para pemuka dari kaum Fir’aun berkata, “Apakah kamu akan membiarkan Musa dan kaumnya untuk berbuat kerusakan[Dengan mengajak orang lain kepada Allah, mengajak kepada akhlak dan amal yang mulia, di mana hal itu sesungguhnya memperbaiki bumi bukan merusaknya. Akan tetapi, orang-orang yang zalim tidak peduli terhadap kata-katanya itu] di negeri ini (Mesir) dan meninggalkanmu dan tuhan-tuhanmu?[Dalam Tafsir Al Jalaalain disebutkan, bahwa Fir’aun membuatkan pula untuk mereka patung-patung kecil yang mereka sembah, dan Fir’aun berkata, “Saya adalah tuhanmu dan tuhan patung-patung itu.” Oleh karenanya ia berkata, “Saya adalah tuhanmu yang tertinggi.” Alangkah buruk apa yang diucapkannya]“. Fir’aun menjawab, “Akan kita bunuh anak-anak laki-laki mereka[Yakni yang lahir. Mereka pun melakukan hal itu, sehingga Bani Israil datang mengeluh kepada Nabi Musa ‘alaihis salam. Fir’aun menyangka bahwa hukuman itu dapat membuat mereka tidak bertambah jumlahnya, dan dirinya menjadi aman] dan kita biarkan hidup anak-anak perempuan-perempuan mereka[Untuk diperbudak] dan sesungguhnya kita berkuasa penuh atas mereka.”

128. Musa berkata kepada kaumnya, “Mohonlah pertolongan kepada Allah[Yakni bersandarlah kepada-Nya dalam mendatangkan manfaat dan menolak bahaya, dan percayalah kepada-Nya, bahwa Dia akan menyempurnakan urusan-Nya] dan bersabarlah[Terhadap gangguan mereka]. Sesungguhnya bumi (ini) milik Allah[Bukan milik Fir’aun dan pengikutnya sehingga mereka berani berbuat seenaknya]; diwariskan-Nya kepada siapa saja yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya[Meskipun mereka diuji beberapa waktu, namun kemenangan akan diberikan kepada mereka. Allah mempergilirkan di antara manusia sesuai kehendak dan hikmah (kebijaksanaan)-Nya]. Dan kesudahan (yang baik) adalah bagi orang-orang yang bertakwa.”[Berdasarkan ayat ini, maka seorang hamba ketika mampu, hendaknya melakukan sebab yang dapat menghindarkan gangguan orang lain semampunya. Namun ketika lemah, hendaknya ia bersabar dan meminta pertolongan kepada Allah dan menunggu datangnya jalan keluar]

129. Mereka (kaum Musa) berkata[Kepada Musa karena bosannya mereka berada dalam kekejaman Fir’aun dalam waktu yang lama], “Kami telah ditindas (oleh Fir’aun) sebelum kamu engkau datang kepada kami dan setelah engkau datang[Mereka mengeluh kepada Nabi Musa ‘alaihis salam bahwa nasib mereka sama saja; baik sebelum kedatangan Musa untuk menyeru mereka kepada agama Allah dan melepaskan mereka dari perbudakan Fir’aun, maupun setelahnya. Ini menunjukkan kekerdilan jiwa dan kelemahan daya juang mereka]. (Musa) menjawab, “Mudah-mudahan Tuhanmu membinasakan musuhmu dan menjadikan kamu khalifah di bumi; maka Dia akan melihat bagaimana perbuatanmu[Apakah kamu akan bersyukur atau malah kufur].”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s