Tafsir Al An’aam Ayat 152-165

Ayat 152-153: Perhatian Islam terhadap anak yatim, menjaga hartanya, serta perintah memenuhi hak kepada yang memiliki hak dan mengikuti kebenaran

وَلا تَقْرَبُوا مَالَ الْيَتِيمِ إِلا بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ حَتَّى يَبْلُغَ أَشُدَّهُ وَأَوْفُوا الْكَيْلَ وَالْمِيزَانَ بِالْقِسْطِ لا نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلا وُسْعَهَا وَإِذَا قُلْتُمْ فَاعْدِلُوا وَلَوْ كَانَ ذَا قُرْبَى وَبِعَهْدِ اللَّهِ أَوْفُوا ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ (١٥٢) وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (١٥٣

152. Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim[Yakni memakannya atau menukarnya dengan maksud memperoleh keuntungan pribadi atau mengambil tanpa sebab], kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat[Yang memberikan maslahat baginya. Ayat ini menunjukkan tidak bolehnya mendekati harta aak yatim atau mengolahnya dengan pengolahan yang merugikan anak yatim], sampai dia mencapai (usia) dewasa[Dan menjadi cerdas. Ayat ini menunjukkan bahwa anak yatim sebelum dewasa dicegah melakukan tindakan terhadap hartanya, dan walinyalah yang mengelola hartanya dengan pengelolaan yang menguntungkan, dan bahwa pencegahan tindakan anak yatim terhadap hartanya berlaku sampai dewasa]. Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil[Dan dengan tidak mengurangi]. Kami tidak membebani sesorang melainkan menurut kesanggupannya[Oleh karena itu, jika seseorang berusaha memenuhi takaran dan timbangan, namun terjadi kekurangan tanpa ada sikap remeh darinya, maka sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun]. Apabila kamu berbicara, bicaralah sejujurnya, sekalipun dia kerabat(mu)[Maksudnya tetap mengatakan yang sebenarnya meskipun merugikan kerabat sendiri] dan penuhilah janji Allah[Maksudnya penuhilah segala janji yang diadakan antara kamu dengan-Nya berupa mengerjakan hak-haknya dan memenuhinya, demikian juga perjanjian yang diadakan antara kamu dengan orang lain. Semua perjanjian wajib dipenuhi dan haram dibatalkan atau diremehkan]. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu ingat.”

153. Dan sungguh, inilah[Yakni perintah yang disebutkan dalam 2 ayat sebelum ini dan yang semisalnya] jalan-Ku yang lurus[ Jalan yang menghubungkan kepada Allah dan kepada surga-Nya, jalan yang lurus, mudah dan ringan]. Maka ikutilah![Agar kamu memperoleh keberuntungan dan memperoleh apa yang kamu harapkan] Jangan kamu ikuti jalan-jalan (yang lain)[Yakni jalan-jalan yang menyelisihinya] yang akan mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya[Menyimpangkan kamu dari jalan-Nya yang lurus. Jika kamu sudah keluar dari jalan yang lurus, maka di sana tidak ada lagi jalan selain jalan yang mengarah kepada neraka. Kita meminta kepada Allah agar Dia membimbing kita menempuh jalan yang lurus]. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu bertakwa.

Ayat 154-158: Kitab-kitab yang Allah turunkan terdapat petunjuk dan hujjah, dan tidak ada uzur untuk menyelisihinya

ثُمَّ آتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ تَمَامًا عَلَى الَّذِي أَحْسَنَ وَتَفْصِيلا لِكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً لَعَلَّهُمْ بِلِقَاءِ رَبِّهِمْ يُؤْمِنُونَ (١٥٤) وَهَذَا كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ فَاتَّبِعُوهُ وَاتَّقُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ (١٥٥) أَنْ تَقُولُوا إِنَّمَا أُنْزِلَ الْكِتَابُ عَلَى طَائِفَتَيْنِ مِنْ قَبْلِنَا وَإِنْ كُنَّا عَنْ دِرَاسَتِهِمْ لَغَافِلِينَ (١٥٦) أَوْ تَقُولُوا لَوْ أَنَّا أُنْزِلَ عَلَيْنَا الْكِتَابُ لَكُنَّا أَهْدَى مِنْهُمْ فَقَدْ جَاءَكُمْ بَيِّنَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ كَذَّبَ بِآيَاتِ اللَّهِ وَصَدَفَ عَنْهَا سَنَجْزِي الَّذِينَ يَصْدِفُونَ عَنْ آيَاتِنَا سُوءَ الْعَذَابِ بِمَا كَانُوا يَصْدِفُونَ (١٥٧)هَلْ يَنْظُرُونَ إِلا أَنْ تَأْتِيَهُمُ الْمَلائِكَةُ أَوْ يَأْتِيَ رَبُّكَ أَوْ يَأْتِيَ بَعْضُ آيَاتِ رَبِّكَ يَوْمَ يَأْتِي بَعْضُ آيَاتِ رَبِّكَ لا يَنْفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِي إِيمَانِهَا خَيْرًا قُلِ انْتَظِرُوا إِنَّا مُنْتَظِرُونَ (١٥٨

154. Kemudian Kami telah memberikan kepada Musa kitab (Taurat) untuk menyempurnakan (nikmat Kami) kepada orang yang berbuat kebaikan[Di antara umat Nabi Musa ‘alaihis salam, karena sesungguhnya Allah telah memberikan nikmat yang banyak kepada mereka yang berbuat baik, yang di antaranya sekaligus sebagai penyempurnanya adalah kitab Taurat], untuk menjelaskan segala sesuatu[Yang dibutuhkan dalam agama, seperti yang halal dan yang haram, perintah dan larangan, ‘Aqidah, dan lainnya], dan sebagai petunjuk[Yang menunjukkan mereka kepada kebaikan dan mengenalkan mereka keburukan. Baik terkait dengan masalah ushul (dasar-dasar agama) maupun furu’ (cabang)] dan rahmat[Di mana dengannya mereka memperoleh kebahagiaan, rahmat dan kebaikan yang banyak], agar mereka[Bani Israil] beriman akan adanya pertemuan dengan Tuhannya[Karena di dalamnya mengandung dalil pasti yang menunjukkan adanya kebangkitan dan pembalasan terhadap amal, di mana hal itu mengharuskan mereka beriman kepada pertemuan dengan Tuhan mereka serta mempersiapkan diri untuk menghadapinya].

155. Dan ini adalah kitab (Al-Quran) yang Kami turunkan dengan penuh berkah[Di dalamnya terdapat kebaikan yang banyak, dari sana semua ilmu diambil dan dari sana berbagai keberkahan digali. Tidak ada satu kebaikan kecuali diserukan dan didorongnya, disebutkan pula di sana hikmah dan maslahatnya. Dan tidak ada satu keburukan pun kecuali dilarangnya, diperingatkannya dan disebutkan berbagai sebab yang menjauhkan seseorang dari mengerjakannya serta akibatny]. Ikutilah[Ikutilah perintahnya dan jauhilah larangannya, serta bangunlah dasar agama kamu dan cabangnya di atasnya], dan bertakwalah[ Jangan menyelisihi perintah-Nya] agar kamu mendapat rahmat[Oleh karena itu, sebab terbesar untuk menggapai rahmat Alah adalah dengan mengikuti Al Qur’an],

156. (Kami turunkan Al-Quran itu) agar kamu (tidak) mengatakan, “Kitab itu hanya diturunkan kepada dua golongan sebelum kami (Yahudi dan Nasrani), dan sungguh, kami tidak memperhatikan apa yang mereka baca[Diturunkan Al Quran dalam bahasa Arab agar orang musyrik Mekah tidak mengatakan bahwa mereka tidak mempunyai kitab karena kitab yang diturunkan kepada golongan Yahudi dan Nasrani diturunkan dalam bahasa yang tidak diketahui mereka],”

157. Atau agar kamu (tidak) mengatakan, “Jikalau kitab itu diturunkan kepada kami, tentulah kami lebih mendapat petunjuk daripada mereka (orang-orang Yahudi dan Nasrani).” Sungguh, telah datang kepadamu penjelasan yang nyata, petunjuk dan rahmat dari TuhanmuBagi orang yang mengikutinya]. Siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mendustakan ayat-ayat Allah dan berpaling daripadanya? Kelak, Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang berpaling dari ayat-ayat Kami dengan azab yang keras, karena mereka selalu berpaling.

158. Yang mereka[Yakni orang-orang musyrik] nanti-nantikan hanyalah kedatangan malaikat kepada mereka[Untuk mencabut ruh mereka Untuk memberikan keputusan kepada manusia di padang mahsyar], atau kedatangan TuhanmuUntuk memberikan keputusan kepada manusia di padang mahsyar] atau sebagian tanda-tanda dari Tuhanmu[Maksudnya tanda-tanda yang menunjukkan telah dekatnya kiamat]. Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Tuhanmu[Yaitu terbitnya matahari dari barat] tidak berguna lagi iman seseorang yang belum beriman sebelum itu, atau (belum) berusaha berbuat kebajikan dengan imannya itu[

Ketika itu, manusia semua beriman, namun beriman ketika itu tidak bermanfaat dan pintu tobat pun ditutup. Hikmahnya adalah karena iman hanyalah bermanfaat ketika beriman kepada yang ghaib dan seseorang melakukannya dengan pilihannya, adapun apabila sebagian tanda besar hari kiamat tiba, yaitu terbitnya matahari dari barat, maka masalahnya menjadi nyata, sehingga tidak ada faedahnya lagi iman, karena hal itu seperti keimanan karena terpaksa, seperti imannya orang yang akan tenggelam atau terbakar ketika dirinya menyaksikan kematian dsb. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:
“Maka ketika mereka melihat azab Kami, mereka berkata, “Kami beriman hanya kepada Allah saja, dan Kami kafir kepada sembahan-sembahan yang telah kami persekutukan dengan Allah”.–“Maka iman mereka tidak berguna bagi mereka ketika mereka telah melihat siksa kami. Itulah sunnah Allah yang telah berlaku terhadap hamba-hamba-Nya. Dan di waktu itu binasalah orang-orang kafir. (TQS. Al Mu’min: 84-85)]. Katakanlah, “Tunggulah[Salah satu dari ketiga hal itu. Kelak kamu akan mengetahui siapakah di antara kita yang lebih berhak memperoleh keamanan?!]! Kami pun menunggu.”

Ayat 159-160: Peringatan terhadap sikap berpecah dalam agama dan menjelaskan balasan terhadap amal

إِنَّ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا لَسْتَ مِنْهُمْ فِي شَيْءٍ إِنَّمَا أَمْرُهُمْ إِلَى اللَّهِ ثُمَّ يُنَبِّئُهُمْ بِمَا كَانُوا يَفْعَلُونَ (١٥٩) مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا وَمَنْ جَاءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلا يُجْزَى إِلا مِثْلَهَا وَهُمْ لا يُظْلَمُونَ (١٦٠

159. Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agama-Nya[Dengan berselisih di dalamnya dengan mengimani sebagian dan mengkufuri sebagian yang lain, mengambil sebagian dan meninggalkan yang lainnya, sebagaimana ayat {أَفَتُؤْمِنُونَ بِبَعْضِ الْكِتابِ وَتَكْفُرُونَ بِبَعْضٍ}.
Mereka adalah orang-orang Yahudi, Nasrani dan Orang-orang kafir, atau orang yang tidak menyempurnakan imannya, seperti mengambil sesuatu dari syari’at dan menjadikan agamanya, namun dia tinggalkan yang lain yang tidak disukainya menyelisihi umat-umat mulia terdahulu.
Ayat ini menunjukkan bahwa agama memerintahkan bersatu padu, melarang berpecah belah dalam agama dan melarang membuat bid’ah yang sesat.] dan mereka menjadi terpecah (dalam golongan-golongan)[Yakni golongan yang amat fanatik kepada pemimpin-pemimpinnya. Dalam sebuah qira’at dibaca “Faaraquu” yakni meninggalkan agama yang mereka diperintahkan untuk menjalankannya, seperti orang-orang Yahudi dan Nasrani], sedikit pun bukan tanggung jawabmu (Muhammad) atas mereka[Dalam ayat ini, Allah memerintahkan Rasul-Nya untuk berlepas diri dari orang-orang yang memecah belah agamanya]. Sesungguhnya urusan mereka (terserah) kepada Allah. Kemudian Dia akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat.

160. Barang siapa berbuat kebaikan mendapat balasan sepuluh kali lipat amalnya[Ini merupakan balasan paling sedikitnya, dan bisa menjadi banyak tergantung niatnya]. Dan barang siapa berbuat kejahatan dibalas seimbang dengan kejahatannya[Ini merupakan bukti keadilan Allah dan ihsan-Nya, dan bahwa Dia tidak menzalimi meskipun seberat dzarrah pun]. Mereka sedikit pun tidak dirugikan (dizalimi).

Ayat 161-165: Agama yang sahih dan tauhid yang bersih adalah milik Allah Subhaanahu wa Ta’aala, dan penjelasan bahwa seseorang akan diminta pertanggungjawaban terhadap amalnya dan akan dihisab pada hari Kiamat

قُلْ إِنَّنِي هَدَانِي رَبِّي إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ دِينًا قِيَمًا مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ (١٦١) قُلْ إِنَّ صَلاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (١٦٢) لا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ (١٦٣) قُلْ أَغَيْرَ اللَّهِ أَبْغِي رَبًّا وَهُوَ رَبُّ كُلِّ شَيْءٍ وَلا تَكْسِبُ كُلُّ نَفْسٍ إِلا عَلَيْهَا وَلا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى ثُمَّ إِلَى رَبِّكُمْ مَرْجِعُكُمْ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ (١٦٤) وَهُوَ الَّذِي جَعَلَكُمْ خَلائِفَ الأرْضِ وَرَفَعَ بَعْضَكُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ إِنَّ رَبَّكَ سَرِيعُ الْعِقَابِ وَإِنَّهُ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ (١٦٥

161. Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya Tuhanku telah memberiku petunjuk ke jalan yang lurus, agama yang benar, agama Ibrahim yang lurus[Agama yang lurus, yang mengandung aqidah yang bermanfaat, amal yang saleh, memerintahkan semua kebaikan dan melarang semua keburukan, agama yang dipegang para nabi dan rasul, khususnya imamul hunafa’ Ibrahim ‘alaihis salam]. Dia (Ibrahim) tidak termasuk orang-orang musyrik.”

162. [Ayat sebelumnya masih umum, dan ayat ini lebih khusus, dengan menyebutkan ibadah yang utama]Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya salatku, ibadahku[Seperti ibadah puasa, zakat, haji dan seluruh ibadah lainnya. Ada yang mengartikan “nusuk” di ayat ini dengan “sembelihanku”. Disebutkan shalat dan kurban adalah karena keutamaan kedua ibadah ini, di mana hal itu menunjukkan cinta kepada Allah Ta’ala, mengikhlaskan ibadah kepada-Nya, dan menunjukkan pendekatan diri kepada Allah baik dengan hati, lisan, anggota badan maupun dengan harta], hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam.

163. Tidak ada sekutu bagi-Nya; dan demikianlah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama berserah diri (muslim)[Di antara umat ini]“.

164. Katakanlah (Muhammad), “Apakah (patut) aku akan mencari Tuhan selain Allah, padahal Dialah Tuhan bagi segala sesuatu. Setiap perbuatan dosa seseorang, dirinya sendiri yang bertanggung jawab. Dan seseorang tidak akan memikul beban dosa orang lain[Maksudnya masing-masing orang memikul dosanya sendiri-sendiri]. Kemudian kepada Tuhanmulah kamu kembali, dan akan diberitahukan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan[Kemudian Dia akan memberikan balasan].”

165. Dan Dialah yang menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah di bumi dan Dia mengangkat (derajat) sebagian kamu di atas yang lain[Baik dengan harta, kedudukan, dsb], untuk mengujimu atas (karunia) yang diberikan-Nya kepadamu[Siapa di antara kamu yang taat dan siapa di antara kamu yang bermaksiat]. Sesungguhnya Tuhanmu sangat cepat memberi hukuman[Kepada orang-orang yang bermaksiat dan mendustakan ayat-ayat-Nya] dan sungguh, Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang[Kepada orang yang beriman dan beramal saleh, serta bertobat dari semua dosa yang membinasakan].

Selesai dengan pertolongan Allah dan taufiq-Nya, dan segala puji bagi Allah di awal dan akhirnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s