Tafsir Al An’aam Ayat 84-94

Ayat 84-90: Rombongan para nabi dan perintah mengikuti mereka

وَوَهَبْنَا لَهُ إِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ كُلا هَدَيْنَا وَنُوحًا هَدَيْنَا مِنْ قَبْلُ وَمِنْ ذُرِّيَّتِهِ دَاوُدَ وَسُلَيْمَانَ وَأَيُّوبَ وَيُوسُفَ وَمُوسَى وَهَارُونَ وَكَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ (٨٤) وَزَكَرِيَّا وَيَحْيَى وَعِيسَى وَإِلْيَاسَ كُلٌّ مِنَ الصَّالِحِينَ (٨٥) وَإِسْمَاعِيلَ وَالْيَسَعَ وَيُونُسَ وَلُوطًا وَكُلا فَضَّلْنَا عَلَى الْعَالَمِينَ (٨٦) وَمِنْ آبَائِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ وَإِخْوَانِهِمْ وَاجْتَبَيْنَاهُمْ وَهَدَيْنَاهُمْ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ (٨٧) ذَلِكَ هُدَى اللَّهِ يَهْدِي بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (٨٨) أُولَئِكَ الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ وَالْحُكْمَ وَالنُّبُوَّةَ فَإِنْ يَكْفُرْ بِهَا هَؤُلاءِ فَقَدْ وَكَّلْنَا بِهَا قَوْمًا لَيْسُوا بِهَا بِكَافِرِينَ (٨٩) أُولَئِكَ الَّذِينَ هَدَى اللَّهُ فَبِهُدَاهُمُ اقْتَدِهِ قُلْ لا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا إِنْ هُوَ إِلا ذِكْرَى لِلْعَالَمِينَ       (٩٠)

84.[Setelah Allah menyebutkan tentang hamba-Nya dan kekasih-Nya, yaitu Nabi Ibrahim ‘alaihis salam, serta karunia-Nya kepadanya berupa ilmu, dakwah dan sabar, Allah menyebutkan pemberian-Nya kepada Ibrahim sebagai pemuliaan terhadapnya dari-Nya berupa keturunan yang saleh] Dan Kami telah menganugerahkan Ishak dan Ya’qub[Ya’qub putera Ishak, ia disebut juga Israil] kepadanya. Kepada masing-masing telah Kami beri petunjuk[Ke jalan yang lurus]; dan sebelum itu Kami telah memberi petunjuk kepada Nuh, dan kepada sebagian dari keturunannya[Nuh atau Ibrahim] yaitu Dawud, Sulaiman[Putera Dawud], Ayyub, Yusuf[Putera Ya’qub], Musa, dan Harun[Musa dan Harun adalah kedua putera Imran]. Demikianlah Kami memberi Balasan kepada orang-orang yang berbuat baik[Karena mereka telah berbuat ihsan dalam beribadah kepada Tuhannya dan dalam memberi manfaat kepada orang lain. Allah sebut nama baik mereka, memberi mereka keturunan yang saleh, meninggikan derajat mereka dan akan memasukkan mereka ke surga].

85. Dan Zakaria, Yahya[Putera Zakariya], Isa[Putera Maryam] dan Ilyas[Putera Harun saudara Musa]. Semuanya Termasuk orang-orang yang saleh.

86. Dan Ismail[Putera Ibrahim], Alyasa’, Yunus[Putera Mataa] dan Luth[Putera Haaran saudara Ibrahim]. Masing-masing Kami lebihkan (derajatnya) di atas umat lain (pada masanya)[Derajat mereka sangat tinggi, di atas para wali, para shiddiqin, para syuhada dan di atas orang-orang yang saleh. Para rasul yang Allah ceritakan dalam kitab-Nya adalah para rasul yang paling utama di antara sekian para rasul],

87. (Dan Kami lebihkan pula derajat) sebagian dari nenek moyang mereka, keturunan mereka dan saudara-saudara mereka. Kami telah memilih mereka (menjadi nabi dan rasul) dan mereka Kami beri petunjuk ke jalan yang lurus.

88. Itulah petunjuk Allah[Oleh karena itu, mintalah petunjuk kepada-Nya], dengan itu Dia memberi petunjuk kepada siapa saja di antara hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki. Sekiranya mereka mempersekutukan Allah, pasti lenyaplah amalan yang telah mereka kerjakan[Syirk menghapuskan amalan dan mengekalkan pelakunya di neraka, jika orang-orang pilihan itu berbuat syirk tentu hapuslah amalan mereka. Orang-orang pilihan saja dapat hapus amalnya jika berbuat syirk apalagi selain mereka].

89. Mereka itulah orang-orang yang telah Kami berikan kitab, hikmah dan kenabian. Jika orang-orang (Quraisy) itu mengingkarinya, maka Kami akan menyerahkannya kepada kaum yang tidak mengingkarinya[Seperti kaum Muhajirin dan Anshar].

90. Mereka itulah (para nabi) yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka. Katakanlah (Muhammad)[Kepada mereka yang berpaling dari dakwahmu], “Aku tidak meminta imbalan kepadamu dalam menyampaikan (Al-Quran).” Al Quran itu tidak lain hanyalah peringatan[Dengan Al Qur’an, mereka dapat mengingat hal yang bermanfaat bagi mereka sehingga mereka dapat mengerjakannya, dan dengan Al Qur’an mereka dapat mengingat hal yang berbahaya bagi mereka sehingga mereka dapat meninggalkannya. Dengan Al Qur’an, mereka dapat mengenal Tuhan mereka melalui nama dan sifat-Nya, dengan Al Qur’an mereka dapat mengetahui akhlak yang mulia, dan jalan-jalan yang mengarah kepadanya, dengan Al Qur’an mereka dapat mengenal akhlak yang tercela, dan jalan-jalan yang mengarah kepadanya. Oleh karena Al Qur’an merupakan peringatan bagi seluruh alam, maka ia adalah nikmat tebesar yang seharusnya mereka terima dan syukuri] untuk seluruh umat[Manusia dan jin].

Ayat 91-92: Bantahan kepada orang-orang yang mengingkari kenabian serta menetapkan risalah Islam

وَمَا قَدَرُوا اللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِ إِذْ قَالُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ عَلَى بَشَرٍ مِنْ شَيْءٍ قُلْ مَنْ أَنْزَلَ الْكِتَابَ الَّذِي جَاءَ بِهِ مُوسَى نُورًا وَهُدًى لِلنَّاسِ تَجْعَلُونَهُ قَرَاطِيسَ تُبْدُونَهَا وَتُخْفُونَ كَثِيرًا وَعُلِّمْتُمْ مَا لَمْ تَعْلَمُوا أَنْتُمْ وَلا آبَاؤُكُمْ قُلِ اللَّهُ ثُمَّ ذَرْهُمْ فِي خَوْضِهِمْ يَلْعَبُونَ   (٩١) وَهَذَا كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ مُصَدِّقُ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَلِتُنْذِرَ أُمَّ الْقُرَى وَمَنْ حَوْلَهَا وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالآخِرَةِ يُؤْمِنُونَ بِهِ وَهُمْ عَلَى صَلاتِهِمْ يُحَافِظُونَ (٩٢

91. Mereka[Yakni orang-orang Yahudi] tidak mengagungkan Allah sebagaimana mestinya[Karena perkataan yang akan disebutkan itu sama saja mencacatkan kebijaksanaan-Nya dan menyangka bahwa Allah membiarkan begitu saja hamba-hamba-Nya; tidak memerintah dan tidak melarang. Bahkan menolak nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada hamba-hamba-Nya, yaitu pengutusan rasul, di mana tidak ada jalan bagi manusia untuk memperoleh kebahagiaan dan keberuntungan kecuali dengannya] ketika mereka berkata[Kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam saat mereka menentang Al Qur’an], “Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada manusia”. Katakanlah (Muhammad), “Siapakah yang menurunkan kitab (Taurat) yang dibawa Musa sebagai cahaya[Bagi gelapnya kebodohan] dan petunjuk bagi manusia, kamu jadikan kitab itu lembaran-lembaran kertas yang bercerai-berai[Mereka menyalinnya dalam lembaran kertas, apa yang sesuai dengan keinginan mereka, mereka tampakkan dan yang tidak sesuai dengan keinginan mereka, mereka sembunyikan. Mereka lebih banyak menyembunyikan isi kitab itu], kamu memperlihatkan (sebagian isinya) dan banyak yang kamu sembunyikan[Seperti tentang sifat Nabi Muhammad shallalahu ‘alaihi wa sallam], padahal telah diajarkan kepadamu[Dalam kitab itu] apa yang tidak tidak diketahui, baik olehmu maupun oleh nenek moyangmu.” Katakanlah, “Allah-lah (yang menurunkannya),” kemudian (setelah itu), biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya[Perkataan “Biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya” adalah sebagai sindiran kepada mereka, seakan-akan mereka dipandang sebagai kanak-kanak yang belum berakal].

92. Dan ini (Al Quran), kitab yang telah Kami turunkan dengan penuh berkah[Karena banyak kebaikannya]; membenarkan[Sesuai dan menjadi saksi terhadap kebenaran] kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya[Yaitu kitab-kitab dan sahifah-sahifah (lembaran) yang diturunkan sebelum Al Quran] dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Mekah) dan orang-orang yang ada di sekitarnya[Yakni semua manusia]. Orang-orang yang beriman kepada kehidupan akhirat tentu beriman kepadanya (Al Quran), dan mereka selalu memelihara shalatnya[Menjaga syarat dan rukunnya, adab dan penyempurnanya, semoga Allah menjadikan kita termasuk golongan mereka, Alahumma aamin].

Ayat 93-94: Hal yang akan disaksikan oleh orang yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah Subhaanahu wa Ta’aala menjelang mati, serta terputusnya hubungan dan nasab pada hari Kiamat

وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَى عَلَى اللَّهِ كَذِبًا أَوْ قَالَ أُوحِيَ إِلَيَّ وَلَمْ يُوحَ إِلَيْهِ شَيْءٌ وَمَنْ قَالَ سَأُنْزِلُ مِثْلَ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلَوْ تَرَى إِذِ الظَّالِمُونَ فِي غَمَرَاتِ الْمَوْتِ وَالْمَلائِكَةُ بَاسِطُو أَيْدِيهِمْ أَخْرِجُوا أَنْفُسَكُمُ الْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ الْهُونِ بِمَا كُنْتُمْ تَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ غَيْرَ الْحَقِّ وَكُنْتُمْ عَنْ آيَاتِهِ تَسْتَكْبِرُونَ (٩٣) وَلَقَدْ جِئْتُمُونَا فُرَادَى كَمَا خَلَقْنَاكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَتَرَكْتُمْ مَا خَوَّلْنَاكُمْ وَرَاءَ ظُهُورِكُمْ وَمَا نَرَى مَعَكُمْ شُفَعَاءَكُمُ الَّذِينَ زَعَمْتُمْ أَنَّهُمْ فِيكُمْ شُرَكَاءُ لَقَدْ تَقَطَّعَ بَيْنَكُمْ وَضَلَّ عَنْكُمْ مَا كُنْتُمْ تَزْعُمُونَ   (٩٤)

93. Siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah[Dengan mengaku sebagai nabi padahal bukan nabi] atau yang berkata, “Telah diwahyukan kepadaku,”[Seperti Musailamah Al Kadzdzab] padahal tidak diwahyukan sesuatu pun kepadanya, dan orang yang berkata, “Aku akan menurunkan seperti apa yang diturunkan Allah.”[Mereka memperolok ayat-ayat Allah, merekalah orang-orang berkata, “Jika kami mau, kami juga dapat berkata seperti ini.” Termasuk pula orang-orang yang berani menantang Al Qur’an. Kezaliman apa yang lebih besar daripada kezaliman orang yang lemah lagi miskin serta memiliki kekurang mengaku mampu melakukan seperti yang dilakukan Yang Maha Kuat, Maha Kaya dan memiliki kesempurnaan dari berbagai sisi?] (Alangkah ngerinya) sekiranya kamu melihat pada waktu orang-orang zalim berada dalam kesakitan sakaratul maut, sedang para malaikat memukul (dan menyiksa) dengan tangannya, (sambil berkata)[Dengan keras], “Keluarkanlah nyawamu.” Pada hari ini kamu akan dibalas dengan azab yang sangat menghinakan, karena kamu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar[Seperti mengaku nabi dan menerima wahyu dan mengaku mampu membuat kitab yang sama dengan Al Qur’an. Balasan seperti ini sesuai amal yang mereka kerjakan] dan (karena) kamu menyombongkan diri[Mengangkat diri dan tidak tunduk kepada ayat-ayat-Nya] terhadap ayat-ayat-Nya[Dalam ayat ini terdapat dalil adanya azab kubur dan nikmatnya, karena kata-kata di atas dan azab tersebut terjadi ketika mereka sakaratul maut, menjelang mati dan setelahnya].

94. Dan[Akan dikatakan kepada mereka saat mereka dibangkitkan] kamu benar-benar datang sendiri-sendiri kepada Kami[Tanpa membawa anak, istri dan harta selain amalan] sebagaimana Kami ciptakan kamu pada mulanya[Dalam keadaan tidak beralas kaki, telanjang dan belum dikhitan], dan apa yang telah Kami karuniakan kepadamu[Berupa harta], kamu tinggalkan di belakangmu (di dunia). Kami tidak melihat pemberi syafa’at (pertolongan) besertamu[Kata-kata ini diucapkan sebagai sindiran terhadap mereka] yang kamu anggap bahwa mereka itu sekutu-sekutu (bagi Allah)[Seperti patung, berhala, malaikat, para nabi dan para wali yang mereka anggap sebagai sekutu bagi Allah]. Sungguh, telah terputuslah (semua pertalian) antara kamu dan telah lenyap dari kamu apa yang dahulu kamu sangka[ Berupa keberuntungan, keamanan serta kebahagiaan yang disangka akan mereka peroleh].

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s