Tafsir Al Maidah Ayat 57-64

Ayat 57-58: Ajakan kepada kaum muslimin untuk tidak berwala’ kepada Ahli Kitab dan orang-orang kafir

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَتَّخِذُوا الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَكُمْ هُزُوًا وَلَعِبًا مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَالْكُفَّارَ أَوْلِيَاءَ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ (٥٧) وَإِذَا نَادَيْتُمْ إِلَى الصَّلاةِ اتَّخَذُوهَا هُزُوًا وَلَعِبًا ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لا يَعْقِلُونَ (٥٨

57.[Dalam ayat ini, Allah Subhaanahu wa Ta’aala melarang kaum mukmin menjadikan orang-orang Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) serta orang-orang musyrik sebagai wali, dengan mencintai dan menolong mereka, bersikap setia kepada mereka, menampakkan rahasia kaum muslimin kepada mereka dan menolong mereka dalam hal yang merugikan Islam dan kaum muslimin. Demikian pula, Allah memerintahkan mereka untuk tetap bertakwa kepada Allah dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, di antaranya adalah dengan berlepas diri dari mereka dan memusuhi mereka. Hal itu, karena sikap mereka mencela agama kaum muslimin, menjadikannya bahan ejekan dan permainan, menghina dan meremehkan, yang salah satunya adalah ibadah shalat yang menjadi syi’ar besar kaum muslimin, di mana mereka mengejeknya saat azan shalat dikumandangkan. Hal ini tidak lain karena kurang akal dan bodohnya mereka. Oleh karena itu, jika mereka masih diberikan wala’ padahal keadaan mereka (Ahli Kitab) seperti ini; yakni memusuhi dan menghina ajaran Islam, maka yang demikian menunjukkan keimanan orang yang memberikan wala’ begitu lemah dan tidak memiliki muruu’ah (kehormatan] Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan pemimpinmu orang-orang yang membuat agamamu jadi bahan ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu orang-orang yang beriman.

58. Dan apabila kamu menyeru untuk (melaksanakan) shalat [Dengan melakukan azan], mereka menjadikannya bahan ejekan dan permainan. Yang demikian itu adalah karena mereka orang-orang yang tidak mengerti.

Ayat 59-60: Membuka cacat Ahli Kitab dan kesesatan mereka, dan bagaimana mereka memandang salah kaum mukmin

قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ هَلْ تَنْقِمُونَ مِنَّا إِلا أَنْ آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْنَا وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلُ وَأَنَّ أَكْثَرَكُمْ فَاسِقُونَ (٥٩) قُلْ هَلْ أُنَبِّئُكُمْ بِشَرٍّ مِنْ ذَلِكَ مَثُوبَةً عِنْدَ اللَّهِ مَنْ لَعَنَهُ اللَّهُ وَغَضِبَ عَلَيْهِ وَجَعَلَ مِنْهُمُ الْقِرَدَةَ وَالْخَنَازِيرَ وَعَبَدَ الطَّاغُوتَ أُولَئِكَ شَرٌّ مَكَانًا وَأَضَلُّ عَنْ سَوَاءِ السَّبِيلِ (٦٠

59.[Ayat ini dan ayat setelahnya (59 dan 60) merupakan bantahan terhadap celaan mereka kepada agama Islam dan kaum muslimin] Katakanlah, “Wahai Ahli Kitab! Apakah kamu memandang kami salah, hanya karena kami beriman kepada Allah, kepada apa yang diturunkan kepada kami dan kepada apa yang diturunkan sebelumnya? [Yakni apakah menurutmu kami salah dan tercela hanya karena kami beriman kepada Allah, semua kitab-Nya dan semua rasul-Nya dan menyatakan bahwa orang yang tidak beriman kepada semua itu kafir lagi fasik? Apakah kamu mencela kami karena melakukan kewajiban yang paling utama ini? Di samping itu, kamu sendiri adalah orang-orang yang fasik, yang seharusnya diam. Jika kamu tidak fasik lalu mencela, maka hal itu lebih ringan daripada kamu mencela sedangkan diri kamu sendiri adalah orang-orang fasik] Sungguh, kebanyakan dari kamu adalah orang-orang yang fasik.”

60.[Karena celaan mereka yang ditujukan kepada kaum mukmin menunjukkan bahwa mereka menganggap orang-orang mukmin itu di atas keburukan, maka Allah Subhaanahu wa Ta’aala memerintahkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab mereka dengan mengatakan apa yang disebutkan dalam ayat di atas] Katakanlah (Muhammad), “Apakah aku akan beritakan kepadamu tentang orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang fasik) di sisi Allah? Yaitu, orang yang dilaknat dan dimurkai Allah, di antara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi [Yaitu orang-orang Yahudi yang melanggar kehormatan hari Sabtu (Lihat surat Al Baqarah ayat 65)] dan (orang yang) menyembah thaghut [Thagut artinya setan dan apa yang disembah selain Allah].” Mereka itu lebih buruk tempatnya [Dari orang-orang mukmin, di mana rahmat Allah dekat dengan mereka, Allah meridhai mereka, memberikan balasan yang baik kepada mereka di dunia dan akhirat karena berbuat ikhlas kepada-Nya] dan lebih tersesat dari jalan yang lurus.

Ayat 61-64: Contoh tipu daya orang-orang Yahudi, sikap main-main mereka, kedustaan mereka terhadap Allah dan Rasul-Nya, serta menerangkan hukuman untuk mereka di dunia dan akhirat

وَإِذَا جَاءُوكُمْ قَالُوا آمَنَّا وَقَدْ دَخَلُوا بِالْكُفْرِ وَهُمْ قَدْ خَرَجُوا بِهِ وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا كَانُوا يَكْتُمُونَ (٦١) وَتَرَى كَثِيرًا مِنْهُمْ يُسَارِعُونَ فِي الإثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَأَكْلِهِمُ السُّحْتَ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (٦٢) لَوْلا يَنْهَاهُمُ الرَّبَّانِيُّونَ وَالأحْبَارُ عَنْ قَوْلِهِمُ الإثْمَ وَأَكْلِهِمُ السُّحْتَ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَصْنَعُونَ (٦٣) وَقَالَتِ الْيَهُودُ يَدُ اللَّهِ مَغْلُولَةٌ غُلَّتْ أَيْدِيهِمْ وَلُعِنُوا بِمَا قَالُوا بَلْ يَدَاهُ مَبْسُوطَتَانِ يُنْفِقُ كَيْفَ يَشَاءُ وَلَيَزِيدَنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ طُغْيَانًا وَكُفْرًا وَأَلْقَيْنَا بَيْنَهُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ كُلَّمَا أَوْقَدُوا نَارًا لِلْحَرْبِ أَطْفَأَهَا اللَّهُ وَيَسْعَوْنَ فِي الأرْضِ فَسَادًا وَاللَّهُ لا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ (٦٤

61. Dan apabila mereka (Yahudi atau munafik) datang kepadamu, mereka mengatakan, “Kami telah beriman”[Sebagai bentuk kemunafikan dan makar], padahal mereka datang kepadamu dengan kekafiran dan mereka pergi pun demikian; dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan [Berupa kemunafikan dan niat jahat. Oleh karena itu, Dia akan membalas amal mereka].

62.[Di ayat ini dan ayat setelahnya Allah Subhaanahu wa Ta’aala menyebutkan aib-aib mereka (orang-orang Yahudi) sebagai pembelaan terhadap hamba-hamba-Nya yang mukmin] Dan kamu akan melihat banyak di antara mereka (orang Yahudi) berlomba dalam berbuat dosa [Seperti suka berbohong, dan melakukan maksiat-maksiat lainnya, baik terkait dengan hak Allah maupun dengan hak makhluk], permusuhan dan memakan yang haram [Yakni menerima risywah (sogokan). Hal ini menunjukkan kotornya jiwa mereka, suka berbuat maksiat dan kezaliman. Namun anehnya, mereka mengaku bahwa mereka di atas kemuliaan]. Sungguh, sangat buruk apa yang mereka perbuat.

63. Mengapa para ulama dan para pendeta [Para ulama dan tokoh agama dibebani untuk memerintah manusia dan melarang, menerangkan kepada mereka jalan yang benar, mendorong mengerjakan kebaikan dan melarang mengerjakan keburukan] mereka tidak melarang mereka mengucapkan perkataan bohong dan memakan yang haram? Sungguh, sangat buruk apa yang mereka perbuat.

64. Orang-orang Yahudi berkata [Ketika rezeki mereka sempit karena mendustakan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, padahal mereka sebelumnya memiliki harta yang banyak], “Tangan Allah terbelenggu.” [Maksudnya ialah kikir, Mahasuci Allah dari ucapan keji tersebut] Sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu [Kalimat ini mengandung beberapa makna:
– Kutukan dari Allah terhadap orang-orang Yahudi, yang berarti bahwa mereka akan terbelenggu di bawah kekuasaan bangsa-bangsa lain selama di dunia dan akan disiksa dengan belenggu neraka di akhirat kelak.
– Tangan mereka terbelenggu sehingga tidak dapat mengerjakan kebaikan, sekaligus doa buruk untuk mereka.
– Pernyataan bahwa tangan merekalah yang sesungguhnya terbelenggu dari berbuat baik kepada manusia, dan ternyata memang demikian, yakni mereka adalah manusia yang paling kikir kepada orang lain dan paling sedikit kebaikannya, paling buruk sangkaannya kepada Allah dan paling jauh dari rahmat-Nya, padahal rahmat-Nya mengena kepada segala sesuatu dan memenuhi alam bagian atas maupun bawah] dan merekalah yang dilaknat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu. Padahal kedua tangan Allah terbuka [Ada 2 pendapat ulama mengenai tangan:
1. Para ulama salaf dan ahli sunnah menyatakan bahwasanya Tangan merupakan 1 sifat diantara sifat-sifat Allah, seperti mendengar, melihat, dan wajah. Maka wajib bagi kita mengakui, menyerahkan maknanya, mengimaninya tanpa menanyakan bagaimana, seperti apa ataupun mengingkarinya.
2. Takwil secara bahasa:
– 1 – anggota tubuh sebagaimana diketahui
– 2 – nikmat
– 3 – berkuasa sebagaimana ayat {أُولِي الْأَيْدِي وَالْأَبْصَارِ} ditafsirkan orang yang memiliki kekuatan dan pemikiran.
– 4 – kepemilikan, {الَّذِي بِيَدِهِ عُقْدَةُ النِّكَاحِ} yang memilikinya.
Adapun anggota tubuh maka tidak sesuai, karena Mahasuci Allah dari keserupaan dengan makhluk.

], Dia memberi rezeki sebagaimana Dia kehendaki [Tidak ada yang menghalangi apa yang Dia kehendaki, Dia melapangkan karunia dan ihsan-Nya baik karunia agama maupun dunia, dan memerintahkan hamba-hamba-Nya agar mendatangi kepemurahan-Nya serta tidak menutup pintu ihsan terhadap diri mereka dengan berbuat maksiat. Dia senantiasa memberi di malam dan siang hari, kebaikan-Nya senantiasa tercurah di setiap waktu, menghilangkan derita dan menyingkirkan kesedihan, mengkayakan yang miskin, membebaskan tawanan dan mengobati hati yang sedang merana, mengabulkan orang yang meminta, memberi orang yang fakir, mengabulkan permintaan orang sangat membutuhkan, memberi nikmat meskipun tidak diminta, menyembuhkan orang yang meminta kesembuhan, demikian juga tidak dihalangi dari kebaikan-Nya orang-orang yang bermaksiat. Di antara kepemurahan-Nya adalah memberi taufiq wali-wali-Nya untuk mengerjakan amal shalih, kemudian Dia memuji mereka karenanya dan menisbatkan amal itu kepada mereka, padahal yang demikian berkat kepemurahan-Nya, Dia membalas mereka terhadapnya dengan pahala yang segera atau ditunda nanti dengan balasan yang tidak mungkin digambarkan, dan belum pernah terlintas di hati manusia serta bersikap sayang kepada mereka dalam semua urusan mereka, menyampaikan kepada mereka ihsan-Nya serta menghindarkan musibah namun mereka tidak menyadarinya. Oleh karena itu, Mahasuci Allah, di mana semua nikmat yang dirasakan hamba berasal dari-Nya, dan kepada-Nya diminta untuk menghindarkan bahaya. Maha banyak kebaikan Allah, di mana tidak seorang pun yang dapat menjumlahkan pujian-Nya, bahkan Dia sebagaimana Dia memuji dirinya, Maha Tinggi Dia, di mana semua hamba-Nya tidak pernah lepas sedetik pun dari kepemurahan-Nya, bahkan adanya mereka dan masih dapat hidup tidak lain karena kepemurahan-Nya. Sungguh buruk sekali mereka yang merasa tidak membutuhkan-Nya dan menisbatkan kepada-Nya sesuatu yang tidak layak bagi-Nya, namun Dia Maha Penyantun, tidak segera menghukum mereka meskipun Dia berkuasa dan tetap terus mengejak mereka bertobat dari sikap itu (lihat ayat 65 setelah ini)]. Dan (Al Qur’an) yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu pasti akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan mereka [Hal ini merupakan hukuman besar yang ditimpakan kepada seorang hamba, yakni Al Qur’an yang seharusnya menghidupkan ruh, membahagiakannya di dunia dan akhirat serta menjadikannya mendapatkan keberuntungan, yang mengharuskan seseorang menerimanya, tunduk kepada Allah dan mensyukuri-Nya, namun malah menambah kesesatan baginya dan menambah kekafirannya. Hal itu tidak lain karena berpaling daripadanya, menolaknya dan malah menentangnya]. Dan Kami timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari kiamat [Masing-masing golongan mereka menyelisihi yang lain, tidak mau bersatu dan tidak mau tolong-menolong, bahkan saling benci-membenci dan tidak mau sepakat untuk hal yang bermaslahat bagi mereka semua]. Setiap mereka menyalakan api peperangan [Untuk memerangi Islam dan para pemeluknya], Allah memadamkannya [Dengan mengecewakan mereka, memecah belah tentara mereka dan memenangkan kaum muslimin] dan mereka berusaha menimbulkan kerusakan di bumi [Dengan melakukan berbagai kemaksiatan, mengajak kepada agama mereka yang batil dan menghalangi manusia dari agama Islam]. Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan[Oleh karena itu, Dia akan menyiksa mereka].

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s